Safari Ramadhan dan Salad Buah Dijadikan Alasan Kencan

Tanjungpinang (Kepri.Info) – Memang lidah tak bertulang , lain yang terjadi, lain yang disampaikan. Bersilat kata, memutar balik fakta pun menjadi hal yang lumrah dibulan puasa demi menjaga martabat dan harga diri.

Ini gambaran singkat penilaian masyarakat terkait pembelaan AG, pejabat Pemko Tanjungpinang pada salah satu media cetak lokal Tanjungpinang.

Harus diakui. AG memang salah satu pejabat yang pintar, calon kuat Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja hasil open biding beberapa waktu lalu, dimana AG meraih nilai tertinggi.

Namun pembelaan dan pencitraan dirinya pada media harian yang nota bene tidak mengetahui kronologi yang sesungguhnya dinilai terlalu berlebihan, terlebih lagi tudingan picik terhadap perempuan yang masih berstatus istrinya yang sah.

Sementara 24 tahun kehidupan mereka lalui bersama disini AG dinilai sudah kehilangan nurani.

“Geli kita membaca beritanya, alasan safari Ramadhan, Salad Buah, cuma bertamu seolah olah yang datang melabrak bener bener tak beretika,” ujar salah satu warga yang mengaku ikut melihat kejadian pada malam tersebut.

Ibu dua anak yang meminta namanya dirahasiakan tersebut mengaku tinggalnya tak jauh dari gudang hijau Tanjung unggat. Menurut dia hampir tiap hari AG datang kerumah tersebut dari sore hingga dinihari. Dan sudah menjadi rahasia umum dikampung tersebut.

“Kami semua tahu kok, dia tiap hari kesana, tapi kenapa bercakap di koran macam pak ustad aja? itu yang buat kami tertawa, geli baca beritanya” tambah perempuan tersebut.

Sementara anak muda yang dituding AG mengintip dirinya sesaat sebelum dilabrak istrinya menurut keterangan warga lain, ternyata UR yang masih berstatus suami sah dari MP , wanita yang saat itu bersama dirinya. Tak kalah heboh berbagai pendapat pun muncul di media sosial terkait peristiwa ini. Ada yang pro dan ada pula yang kontra.

Namun pada akun Lammi Kepri dengan tegas meminta agar walikota menindak dengan tegas. Mereka menilai tindakan yang dilakukan AG sudah tidak bisa ditolerir serta merusak nama baik pemerintah daerah yang dikenal bernuansa islami dalam khazanah budaya Melayu.(darul)

kepri.info

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *