Tanjungpinang Ditinjau Tim Adipura, Ini Kata Syahrul

Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul

Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul

Tanjungpinang (Kepri.info) – Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul menyebut Tim Penilai Adipura sudah 2 hari ini  yakni Rabu (16/11) dan Kamis (17/11) turun di titik-titik lokasi tertentu di Kota Tanjungpinang.

“Mereka sudah 2 hari turun, mulai dari sekolah, kantor-kantor, pelabuhan, jalan ibukota hingga  puskesmas,” kata Syahrul di Aula Arsip Tanjungpinang, Kamis (17/11) malam.

Wakil Wali Kota ini hanya bisa melihat tim penilai dari pusat itu dari kejauhan.

“Saat melakukan penilaian tadi, Kamis (17/11), saya lihat dari jauh saja tim penilai. Kita tak bisa ikut campur,” tuturnya.

Sementara itu, dirinya telah memanggil pihak Badan Lingkungan Hidup (BLH) guna menanyakan berita acara penilaian.

“Tadi saya panggil BLH guna menanyakan bagaimana hasilnya,” ungkap Syahrul.

Ia menyebut hasil yang dilihat dari berita acara BLH menggembirakan.

Dua hal yang membuat Syahrul merasa bangga pada penilaian Adipura ini.

Pertama, menurut tim penilai, nilai tertinggi yakni Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah dikatakan bagus oleh tim penilai.

“TPA di kota ini adalah project terbaik Se-Sumatra, dan masih bertahan hingga saat ini,” katanya.

Kedua, pasar. Tempat ini kata Syahrul juga dikatakan bagus oleh tim penilai.

“Tim penilai berjumlah 6 orang,” terangnya.

Syahrul membeberkan waktu yang dibutuhkan tim dalam melakukan penilaian yakni 2 hari.

“Dua hari saja, sudah selesai,” katanya.

Syahrul menjelaskan saat ini Tanjungpinang memperoleh nilai P1 diatas passing great yang berjumlah 75.

“Artinya sudah aman,” ucapnya.

Syahrul optimis Tanjungpinang mendapatkan Adipura.

“Mohon dukungannya. Laporan resminya belum. Baru berita acara saja,” tuturnya lagi.

Walaupun optimis Tanjungpinang akan kembali meraih Adipura, sayangnya Syahrul belum bisa memastikan apakah pasukan kuning (petugas kebersihan) mendapatkan bonus full gaji, dan tidak bonus  separuh gaji seperti yang diterima pada tahun 2016.

“Perlu dilihat dulu, yang penting sekarang kita sudah meraih Adipura Buana, Kirana, dan Paripurna,” kata dia.

Syahrul menuturkan, tiga jenjang Adipura itu sudah didapat. Hanya saja tinggal Adipura Pengabdian yang belum.

“Kita berharap pak wali bisa meraih Adipura Pengabdian (Person),” ungkapnya.

Kembali ditanya tentang insentif pasukan kuning, Syahrul menyebut tergantung kepada anggaran Pemko Tanjungpinang.

“Kalau menambah insentif petugas kebersihan kita lihat dulu cukup apa tidak anggarannya,” tegasnya.

Masalah gaji yang dibawah UMK, Syahrul menilai tenaga kebersihan beda dengan honor dan PTT di kantor pemko.

“Jadi tidak bisa menyamai UMK honor dan PTT,” menurutnya.

Petugas kebersihan masuk kategori buruh lepas, dan untuk menggaji UMK terbentur di APBD.

 

Sumber: Lintas Kepri

kepri.info

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *