oleh

Dimasa Pandemi Covid-19, Industri Hulu Migas tetap Bekerja Optimal

Lokasi pengeboran Minyak (foto : net)

Natuna (Kepri.Info) – Kondisi Harga Minyak dan Gas dunia menurun dan mempengaruhi Operasional Industri Hulu Migas, hingga Ekonomi Dunia serta mengakibatkan banyaknya pengangguran disebabkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), akibat Pandemi Covid-19.

Dunia berduka akibat virus yang mematikan ini termasuk negara Indonesia salah satu korban Wabah yang terbesar, hingga saat ini Vaksinnya belum ditemukan.

Wabah Covid-19 yang berasal dari tirai Bambu atau Wuhan ini, mengakibatkan banyak Perusahaan tidak berproduksi hingga tutup, dan mengakibatkan pemutusan Kerja hingga aktifitas sangat terbatas.

InduStri Hulu Migas Natuna, banyak menghadapi tantangan dimasa Pandemi Covid-19 ini, baik secara Nasional maupun Wilayah Kerja Natuna pada Khusus nya, namun kalaupun demikian Industri Hulu Migas tetap berupaya tetap bekerja secara Oktimal dengan menerapkan sesuai Protokol Kesehatan dalam pencegahan Pandemi Covid-19.

Akhir tahun semester pertamaa tahun 2020 ini migas nasional terjaga dapat 1,7 juta Barel/hari, rinciannya lifsting minyak 713 ribu Barel/Hari atau dalam rincian 94,5 % dari target APBN.

Sedangkan lifsting Gas 5,6 Juta Kubik/Hari atau setara 1 juta minyak Barel/Hari, pencapaian Lipsting Gas adalah 84 % dari target APBN.

Plt. Kepala Devisi Program dan Komunikasi, Susana Kurniasih mengatakan, kami juga mengajukan Refisi Target kepada APBN dari 755 Ribu Barel/Hari menjadi 705 Ribu Barel/Hari dan Gas adalah 966 Ribu setara Barel/Hari.

“Dengan diterimanya masukan yang kami ajukan, maka Pemerintah mengeluarkan PerPres tahun 2020 tentang Perubahan APBN,” ujar Susana Kurniasih.

Hal yang membanggakan ditengah Pandemi Covid-19 ini SKK Migas dan Medco E&P bersama Preimer Oil berusaha keras untuk Migas baru melalui Sesmik dan Pengeboran Explorasi, demi menjaga Produksi dimasa-masa yang akan mendatang.
Pada hal kondisi Minyak dan Gas yang menurun pada Semester Satu Tahun 2020 ini seringkali ditunda-tunda, akan tetapi Medco E&P Natuna dan Premer oil tetap melakukan Eksplorasi.

Dimana Medco Natuna saat ini sedang melakukan Pengeboran Sumur Bronang II dan kaci II, dan mereka juga melakukan persiapan Pengeboran West Belut 1.

Sedangkan Premier oil untuk tahun 2021 merencanakan Pengeboran di 2 Sumur, yaitu, Kuda Laut 2 dan Singa Laut 2, “Kami berharap ditahun 2021 ini semoga berjalan dengan Lancar,” tutur Susana Kurniasih.

Plt. Kepala SKK Migas Sumbagut, Haryanto Syafri.


Pada saat Pandemi Covid-19 banyak kendala yang dihadapi seperti bagaiman Logistik Ekspor, Impor bisa tiba pada tujuannya, bagaimana Men Pawer bisa terbang dan bagaimana Konstruksi bisa dipancang sehingga kokoh sesuai desain, sementara ketemu sama Orang dibatasi.
Namun kalaupun demikian kita tetap berupaya agar Operasional tetap jalan agar NKRI mempunyai jaminan Energi.

“Safety kita dilapangan sangat ketat, pemeriksaan disetiap sudut, Poster-poster mengenai Pandemi Covid-19 ditempel dimana-mana, penyemprotan di Area kerja, dan menjalankan sesuai Protokol Kesehatan,” Plt. Kepala SKK Migas Sumbagut, Haryanto Syafri.

Dalam situasi Pandemi Covid-19 ini SKK Migas meminilisir Kru dan mengurangi aktifitas Mobilisasi tidak boleh bergerak- gerak serta harus tetap menjaga Protokol kesehatan Covid-19, dan tetap menjaga Standar kesehatan dan keselamatan. (Parlindungan Panggabean)

Komentar