oleh

Isu Perselingkuhan Perangkat Desa Selaut Berbuntut Rencana Laporan Dugaan Pencemaran Nama Baik

Kantor Desa Selaut.

 

NATUNA, Kepri.info – Tuduhan terhadap Sekdes dan Kasi di pemerintahan Desa Selaut, Kecamatan Bunguran Barat terkait isu perselingkuhan akhirnya berbuntut rencana laporan pencemaran nama baik.

Hal ini karena tuduhan terhadap kedua perangkat desa Selaut berinisial D (44) dan E (35) itu dinilai tidak dapat dibuktikan sama sekali.

“Masalah ini akan saya laporkan ke Polsek Bunguran Barat atas dugaan pencemaran nama baik. Kami tidak terima karena tidak ada bukti satupun yang menyatakan kami selingkuh”, ujar D melalui sambungan telepon. Senin, (31/07).

D mengaku, dirinya bersama E telah resmi menikah secara sah pada tanggal 10 Juni 2023 lalu di Kantor KUA Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna.

Selain itu, D mengaku dirinya juga telah resmi bercerai dengan istri pertamanya pada tahun 2022 silam. Demikian dengan E yang juga telah resmi bercerai dengan suami pertamanya pada tahun 2022 silam.

“Saya bisa menunjukkan bukti perceraian saya dengan mantan istri saya, dan istri saya yang sekarang juga dapat menunjukkan bukti perceraian dia dengan mantan dia, bahkan kami juga ada bukti pernikahan sah kami”, tegas D.

Dalam hal ini, D berencana akan melaporkan satu orang yang diduga menjadi dalang provokasi dibalik masyarakat yang memfitnah dirinya dengan E melakukan perselingkuhan.

Menurutnya fitnahan ini disinyalir ada dugaan atas upaya seseorang atau oknum yang ingin melengserkan dirinya dari jabatan sebagai Sekdes di Pemerintahan Desa Selaut.

“Tujuan orang itu memprovokasi masyarakat menuduh kami selingkuh, bisa saja dia memang tidak suka dengan kami atau bahkan dia ingin menempatkan orang-orang mereka di Kantor Desa itu”, pungkas D.

Sebelumnya diketahui, sekelompok warga Desa Selaut berusaha menutup paksa kantor desanya pada Jum’at, (27/08), lantaran warga menuntut oknum Sekdes dan Kasi segera diberhentikan karena diduga telah melakukan perselingkuhan.

Berdasarkan photo dan video yang tersebar di group WhatsApp, warga terlihat membawa tulisan karton yang bertuliskan “Kantor Desa Saat ini Kami Tutup”, dan kemudian ditempelkan tepat pada pintu utama Kantor Desa itu.

Beruntung Kantor Desa tidak berlangsung lama ditutup karena Camat Bunguran Barat dan Kapolsek mendatangi Desa Selaut, membuka kembali pelayanan Kantor Desa setelah kedua perangkat Desa itu diberhentikan. (Zal).

Komentar