oleh

Jaring Pelintir Marak, Nelayan Ngadu Ke DPRD Lingga

-Lingga-21106 views
Ketua DPRD Lingga, Riono.

Lingga, Kepri.info – Nelayan Lingga mengadu ke Ketua DPRD Lingga, Riono atas persoalan maraknya penggunaan jaring plintir diarea tangkap nelayan tradisional, sehingga membuat nelayan yang menggunakan alat tangkap bubu merasa resah.

Sejumlah nelayan mengeluhkan akibat jaring tersebut, banyak bubu ikan maupun bubu ketam (Kepiting-Red) yang yang mereka pasang hilang atau berpindah tempat.

Ketua DPRD Lingga, Riono mengatakan, sejumlah nelayan bubu ikan maupu bubu ketam datang menemuinya, terkait maraknya penggunaan jaring plintir ini di area tangkap mereka.

Alat tangkap ikan jaring plintir ini digunakan oleh orang dari luar Lingga, sehingga nelayan tradisional tempatan yang menggunakan bubu meresa dirugikan, dikarenakan banyak bubu mereka yang hilang atau berpindah tempat.

Meski tak mengetahui persis apa jaring pelintir itu, Riono melaskan, nelayan tempatan menyebutnya jaring plintir, menurut nelayan yang datang kepadanya, pengguna jaring plintir ini beroperasi diarea laut Pasir Kuning, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Singkep hingga ke laut Pulau Berhala, Desa Berhala, Kecamatan Singkep Selatan, Kabupaten Lingga, yang tentunya membuat nelayan tempatan resah.

“Kita minta kepada pihak yang berkopeten di bidang ini segera untuk menanggapi hal ini, karena kita kasihan dengan nelayan tempatan yang menggunakan bubu sering hilang alat tangkap mereka,” kata Riono saat detemui awak media, Rabu (13/3/2019).

Sementara itu, menurut salah seorang nelayan yang enggan menyebutkan namanya menyampaikan, dengan adanya jaring plintir ini membuat nelayan tradisional tempatan pulang melaut selalu gigit jari, karena tanpa mendapat hasil dengan hilangnya bubu mereka.

“Kita tidak tau dari mana pengguna jaring plintir ini, kami hanya tau mereka bukan orang Lingga, selain itu, kami mendapat kabar, jaring ini berasal dari Negara Thailand,” tutupnya.

PK

Komentar

News Feed