oleh

Tidak Beraspal, Jalan Akses Menuju Desa Pian Tengah dan Mekar Jaya Memprihatinkan

Kondisi Jalan Akses Utama Menuju Desa Pian Tengah dan Desa Mekar Jaya.

 

NATUNA, Kepri.info – Setelah hampir 15 tahun akses pembangunan jalan menuju dua desa di wilayah Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna masih belum bisa merasakan nikmatnya jalan yang mulus seperti di daerah kota.

Dengan akses yang cukup sulit untuk menuju dua desa yakni Desa Pian Tengah dan Desa Mekarjaya menjadikan dua desa tersebut terkesan terisolir.

Pembangunan jalan yang sudah ada sejak tahun 2007 belum juga selesai hingga saat ini. Sudah segala cara dalam mengupayakan agar pembangunan tersebut terealisasi sudah dilakukan, namun tetap belum juga merasakan akses jalan yang layak.

Ahmad salah satu tokoh masyarakat di Desa Pian Tengah mengatakan, bahwa pembangunan di desa terbilang sudah lumayan. Namun yang menjadi kendala adalah proses akses jalan untuk menuju desa ini cukup sulit.

“Kalau bagi kami di desa ini sangat bahagia, namun yang menjadi persoalan bagi kami disini adalah akses jalan dan jaringan telekomunikasi masih jauh dari kata sempurna. Berbeda dengan di daerah lainnya,” ucap Ahmad saat di konfirmasi media ini, Jumat (10/2/2023).

Ia berharap perkembangan pembangunan yang dirasakan di wilayah lain, berdampak juga di wilayah desa Pian Tengah.

“Ya semoga dengan datangnya sejumlah pejabat pemerintah daerah Kabupaten Natuna, dapat membantu dan menerima keluh kesah kami yang berada di wilayah ujung barat Natuna ini,”harapnya.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Pian Tengah Abdulah, selama ini pihaknya telah berusaha untuk mengusulkan sejumlah pembangunan yang menjadi prioritas utama, namun usulan tersebut hingga kini belum juga terwujud.

“Mungkin usulan pembangunan yang menjadi prioritas sudah sering kita ajukan. Apalagi sejak kami menjabat sebagai Kades selama tiga periode hingga saat ini belum juga ada yang memperhatikan. Makanya di momen HPN yang digelar di Desa Kami menjadi perhatian bagi pemerintah pusat, Provinsi maupun Kabupaten Natuna,”ungkapnya.

Ia menambahkan, kondisi bagi masyarakat di Desa Pian Tengah yang sering menjadi langganan banjir ini bisa lebih diperhatikan terlebih akses jalan yang sudah mulai rusak sejak dilakukan pengerasan jalan.

“Jika tidak segera ditangani jalan sertu yang sudah ada tersebut sepanjang kurang lebih 3 kilo meter bisa segera dilakukan pengaspalan. kondisinya sekarang sudah mulai rusak karena tergerus air hujan,” paparnya.

Selain itu sejumlah usulan yang menjadi prioritas bagi Desa di ujung barat Natuna ini adalah akses Telekomunikasi yang masih jauh dari harapan.

“Saat ini masyarakat Pian Tengah belum merasakan kemerdekaan akan internet. Untuk itu kami berharap sekali usulan kami ini bisa segera ditindak lanjut,” pintanya. Laporan. (*).

Komentar