KEPRI.INFO–Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPP) bersiap memulai proses lelang fisik pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat.
Selain melelang proyek tersebut, DPUPP Kepri juga akan juga akan lelang fisik Poliklinik RSUD Raja Ahmad Thabib (RAT) pada pertengahan Mei 2026.
Kepala Dinas PUPP Kepri, Rodi Yantari, mengatakan saat ini pemenang Manajemen Konstruksi (MK) telah ditetapkan dan sedang merampungkan peninjauan dokumen perencanaan. Tahapan lelang fisik diprediksi akan dimulai pada minggu kedua bulan Mei setelah seluruh dokumen persiapan dinyatakan tuntas.
“Tugas Manajemen Konstruksi saat ini adalah menghitung kembali dan menyusun dokumen lelang. Kami targetkan dalam dua minggu ke depan proses lelang fisik sudah bisa berjalan,” kata Rodi Yantari di Tanjungpinang.
Rodi menjelaskan bahwa proses lelang hingga penunjukan pemenang fisik membutuhkan waktu sekitar satu setengah bulan.
Dengan demikian, pelaksanaan konstruksi di lapangan diharapkan dapat dimulai paling lambat pada awal hingga pertengahan Juli mendatang.
“Pelaksanaan kontruksi paling lambat itu diawal hingga pertengahan bulan Juli, ” ujarnya.
Sebelumnya, Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian Bappenas RI Medrilzam menilai rencana pembangunan Museum dan Monumen Tugu Bahasa memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata.
Menurutnya, potensi tersebut akan semakin kuat apabila pembangunan museum dan monumen telah rampung. Keberadaannya diyakini mampu menarik wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri.
“Pulau Penyengat ini sangat besar potensinya untuk wisata sejarah dan kebudayaan,” katanya di Pulau Penyengat, Jumat (10/4).
Ia menegaskan akan terus mendorong realisasi pembangunan Museum dan Monumen Bahasa di Pulau Penyengat.
Hal ini tidak terlepas dari nilai sejarah kawasan tersebut, termasuk kaitannya dengan lahirnya bahasa Indonesia.
“Kami berharap keunggulan ini dapat menarik wisatawan luar negeri, terlebih lagi jika ada event berskala internasional,” ujarnya.
Medrilzam juga mengaku terkesan dengan keindahan Pulau Penyengat. Ia menyampaikan hal tersebut setelah mengunjungi sejumlah titik, seperti Masjid Penyengat, Balai Adat, hingga lokasi rencana pembangunan monumen dan museum.
“Kalau ke Kepri sangat disayangkan tidak sampai ke Penyengat. Menurut saya, ini bisa menjadi magnet tersendiri,” tuturnya.
Di sisi lain, Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad menyampaikan bahwa peletakan batu pertama Museum dan Monumen Tugu Bahasa direncanakan berlangsung pada Juni mendatang.
“Kita lagi menunggu lelang manajemen konstruksi. Perkiraan kita bulan Juni sudah mulai berjalan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kehadiran museum dan monumen tersebut diharapkan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang berkunjung ke Kepri, khususnya Tanjungpinang.
“Dengan tingginya wisatawan yang datang, nantinya juga akan berdampak terhadap pertumbuhan dan perputaran perekonomian di Tanjungpinang, khususnya di Pulau Penyengat,” tutupnya. (ADV)
Redaktur: Eb








