Menu

Mode Gelap

Kepri

Aplikasi Bela Pengadaan Kepri

badge-check


					Aplikasi Bela Pengadaan Kepri Perbesar

ADVETORIAL
Aplikasi Bela Pengadaan Kepri

*Wagub Marlin Punya Beberapa Usulan Nama

KEPRI.INFO, BATAM – Wakil Gubernur Hj. Marlin Agustina mempunyai beberapa nama yang bakal diusulkan pada Gubernur H. Ansar Ahmad untuk nama aplikasi Bela Pengadaan milik Provinsi Kepri. Ide beberapa nama tersebut tercetus begitu saja saat mengikuti pada acara rapat koordinasi perluasan pemanfaatan Bela Pengadaan dalam rangka pencegahan korupsi pengadaan bersama Ketua KPK RI dan seluruh kepala daerah se-Indonesia.

“Beberapa Provinsi sudah punya nama masing-masing untuk menamai aplikasi Bela Pengadaan mereka. Kita harus punya nama juga. Namanya harus kreatif, unik dan memperlihatkan kekhasan Melayu,” ujar Hj Marlin kepada Kepala OPD yang turut mendampingi, Jumat (7/5) di Batam.

Maka saat masih mengikuti rapat koordinasi tersebut muncullah beberapa nama unik seperti Belacan, Belanak, dan Bedelau.  “Kepanjangan dari nama-nama ini nanti kita cari yang pas dan cocok. Yang penting singkatannya bisa sesuai,” kata Hj. Marlin bersemangat bersama Kepala Badan Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Kepri Misbardi, Kepala Bappeda Kepri Andri Rizal.

Kendati begitu, menurut Hj. Marlin, nama-nama tadi baru beberapa ide saja. Nanti akan dicari ide-ide lain. Kemudian baru diusulkan pada Gubernur untuk dipilih salah satunya atau bahkan ada ide nama juga dari Gubernur sendiri.

“Kita sangat mengapresiasi aplikasi yang dibuat LKPP ini untuk mencegah praktek korupsi dalam pengadaan barang dan untuk menggunakan produk UMKM. Provinsi Kepri siap menjalankan program pencegahan korupsi KPK RI ini,” tutur Hj. Marlin.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki yang turut hadir pada rapat koordinasi yang dilaksanakan secara Daring tersebut menyampaikan sangat optimis ekonomi bisa bergerak cepat.  Hal itu karena di dalam ketentuan aplikasi Bela Pengadaan, setiap daerah harus wajib belanja  produk barang pengadaan hasil produksi UMKM dalam negeri.

Aplikasi Bela Pengadaan Kepri

“Selain itu juga untuk mendorong UMKM kita untuk semakin cepat Go Digital. Bila 40 persen saja belanja pemerintah membeli produk UMKM lokal, sudah sangat memperkuat perekonomian nasional. Karena 99 persen pelaku usaha di Indonesia adalah UMKM. Selama ini belanja pemerintah daerah untuk produk lokal masih rendah. Melalui aplikasi Bela Pengadaan ini kita mengajak pemerintah daerah untuk belanja barang UMKM. Kalau pun ada harga agak tinggi namun efek dominonya besar,” jelas Teten.

Ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) RI Firli Bahuri menyebutkan aplikasi Bela Pengadaan merupakan upaya dalam mewujudkan pengadaan barang dan jasa bebas korupsi.

“Upaya pencegahan ini mempunyai sasaran untuk menghilangkan korban, penyempurnaan, serta penguatan sistem sehingga diharapkan pengelolaan anggaran negara dan daerah yang bersih, transparan dan akuntabel,” ungkapnya.

Aplikasi Bela Pengadaan dibuat oleh LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah) tepat di hari Kemerdekaan Indonesia ke-72 tanggal 17 Agustus 2020. Aplikasi ini ditujukan untuk memudahkan pelaku UMKM masuk menjual produknya ke pasar pemerintah dengan nilai nominal sampai dengan Rp 50 juta  per paket pengadaan/transaksi.

Kepala LKPP Roni Dwi Susanto mengatakan Bela Pengadaan adalah semacam kado kecil untuk para pelaku UKM agar bisa tumbuh dan bangkit di masa pandemi Covid-19 ini.

“Belanja pemerintah menjadi salah satu harapan agar pertumbuhan ekonomi nasional yang terpuruk oleh pandemi bisa bergerak lagi. Pelaku UMKM terimbas banyak karena Covid-19. Bahkan 40 persen UMKM berhenti beroperasi. Padahal selama ini UMKM berkontribusi 60 persen dari produk  domestik bruto Indonesia,” tuturnya.

Diantara Provinsi yang hadir pada rapat tersebut ada yang sudah mempunyai nama untuk aplikasi Bela Pengadaan mereka seperti Bejo untuk aplikasi Bela Pengadaan Provinsi Jawa Timur dan E-order dari DKI Jakarta.

Narasi/Foto: Humprohub Kepri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Dinas Kominfo Kepri Sosialisasikan Nobar Pildun 2026, Wajib Daftar Ke TVRI 45 Hari Sebelum Kickoff

29 April 2026 - 17:50 WIB

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepri Hendri Kurniadi bersama jajarannya menerima kunjungan Direktur TVRI Wilayah Kepulauan Riau Yenni Marlinda yang juga didampingi jajarannya, Selasa (28/4) di Dompak. F-Kominfo Kepri

Sekda Misni Bekali CPNS Kepri: ASN Harus Adaptif, Berintegritas, dan Jadi Solusi di Tengah Tantangan Zaman

29 April 2026 - 17:37 WIB

Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Misni, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Angkatan XXV Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026, Rabu (29/4) F. Kominfo Kepri

Diskominfo dan KI Kepri Dorong Perbaikan Monev Badan Publik Menjadi Informatif

29 April 2026 - 13:12 WIB

Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) dan Komisi Informasi (KI) Kepri akan bekerjasama dalam memperkuat badan publik di lingkungan Pemprov Kepri menghadapi monitoring dan evaluasi (Monev) tahun 2026 ini.

Syiar Islam Menggema di Melayu Square, MTQH Tanjungpinang Resmi Dimulai

28 April 2026 - 20:47 WIB

Sekdaprov Kepri saat membuka MTQH tingkat Kota Tanjungpinang, Senin (27/04) malam. F-Kominfo Kepri

Wagub Nyanyang Hadiri HUT HKTI Ke-53, Tegaskan Komitmen Kepri Dukung Ketahanan Pangan Nasional

28 April 2026 - 09:42 WIB

Empat dari kanan, Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun HKTI ke-53 yang digelar di Auditorium Kementerian Pertanian RI, Jakarta, Senin (27/4).
Trending di Kepri