KEPRI.INFO — Persatuan Pemuda Pacitan (PERSPPAC) Kota Tanjungpinang ikut memeriahkan peringatan Hari Jadi Otonom Kota Tanjungpinang ke-25 melalui kegiatan pawai budaya yang digelar Sabtu, 7 November 2026 pagi.
Pada kesempatan ini, rombongan Pemuda Pacitan mengangkat tema “Kemaritiman dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional”.
Berbusana pakaian adat khas Pacitan, puluhan anggota PERSPPAC tampak semangat mengikuti rute pawai yang juga diikuti peserta dari berbagai kecamatan, sekolah, dan paguyuban se-Kota Tanjungpinang.
Di bawah terik matahari pagi, peserta dan penonton tetap antusias menyaksikan penampilan rombongan yang membawa rontek, musik tradisional, dan gamelan. Lantunan lagu Perahu Layar karya Ki Narto Sabdo pun terdengar merdu mengiringi langkah barisan.
Di bagian depan, puluhan wanita tampil mengenakan kebaya hijau gelap, kain batik, serta caping merah putih. Masing-masing membawa bakul berisi aneka hasil laut seperti ikan, sotong, dan udang — simbol kekayaan sumber pangan dari laut. Sementara di barisan belakang, para pria membawa tiruan ikan kakap merah, gurita raksasa, serta replika sampan dan jaring nelayan.
Ketua Bidang Kesenian PERSPPAC Tanjungpinang, Suwigyo, menjelaskan pemilihan tema tersebut.
“Sumber daya kemaritiman atau pangan dari laut adalah salah satu potensi unggulan yang dimiliki Tanjungpinang. Tema ketahanan pangan yang kami usung tahun ini adalah bentuk dukungan kami sebagai anak rantau yang juga ingin turut memajukan Kota Gurindam ini,” ujar Suwigyo.
Diketahui, Persatuan Pemuda Pacitan Kota Tanjungpinang berdiri sejak tahun 2019. Organisasi ini menampung pemuda asal atau berketurunan Pacitan yang tinggal di perantauan.
Melalui momen peringatan hari jadi kota ini, PERSPPAC ingin menunjukkan eksistensi dan kontribusinya dalam membangun keharmonisan serta ikut memajukan Kota Tanjungpinang.
Penulis: Darus
Redaktur: Suaib







