Menu ✖

Mode Gelap

Kepri

16 Koleksi Museum Batam Raja Ali Haji Ditampilkan dalam Seminar Kajian Koleksi

badge-check


					Keterangan Foto: Para peserta saat melihat dan mendalami makna pertunjukan koleksi Museum Batam Raja Ali Haji kepada masyarakat luas, (Diskominfo Batam). Perbesar

Keterangan Foto: Para peserta saat melihat dan mendalami makna pertunjukan koleksi Museum Batam Raja Ali Haji kepada masyarakat luas, (Diskominfo Batam).

BATAM, Kepri.info – Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Batam Centre hari ini menjadi saksi penyelenggaraan Seminar Kajian Koleksi Museum Batam Raja Ali Haji, sebuah kegiatan rutin edukasi yang diselenggarakan oleh Unit Pelayanan Terpadu Dinas (UPTD) Museum Batam Raja Ali Haji di bawah naungan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam.

Seminar ini dihadiri oleh 50 peserta yang terdiri dari para guru sejarah, pelaku seni, dan pegiat budaya Kota Batam.

Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan dan mendalami makna di balik koleksi museum kepada masyarakat luas.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelestarian warisan budaya melalui museum.

Menekankan pentingnya peran museum sebagai media pembelajaran lintas generasi.

“Melalui kajian koleksi seperti ini, kita tidak hanya mengenang sejarah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda. Museum bukan sekadar tempat menyimpan benda-benda lama, melainkan ruang hidup yang terus menghidupkan semangat kebudayaan Melayu,” ujarnya, pada Selasa (22/07/2025).

Sementara Kepala UPTD Museum Batam Raja Ali Haji, Senny Thirtywani, menekankan bahwa kegiatan ini rutin dilakukan untuk membuka ruang edukasi dan informasi.

Pada kesempatan ini, ditampilkan 16 dari total 83 koleksi museum, dipilih khusus untuk dikaji secara mendalam.

Sementara dalam seminar dibedah berbagai koleksi bersejarah dan budaya. Dimana, Alimun membahas Jong dan Kapal Malaka’s Welvaren.

Diansyah membahas Pahar, Semberip, Tepak Sirih, Belanga, dan Kaki Dian.

Kemudian, Raja Muhammad Zen, membahas Lilin Sambang Kupi, Ketor, dan Embat-Embat.

Raja Marsarah membahas Tudung Manto, Baju Kurung Tulang Belut, dan Tekat dan Muhammad Zen membahas Nasi Besar, Tanjak, dan Bangkeng.

Kegiatan berlangsung dari pagi hingga siang hari, ditutup dengan sesi tanya jawab yang berjalan interaktif.

Sebagai bentuk apresiasi, peserta yang mengikuti hingga akhir acara menerima souvenir tanjak dan sertifikat keikutsertaan. (Redaksi/rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Peringati HUT Ke-81 TNI, Koarmada I Kobarkan Semangat Juang Pahlawan Melalui Ziarah Taman Makam Pahlawan

29 September 2026 - 08:49 WIB

Peringati HUT Ke-81 TNI, Koarmada I Kobarkan Semangat Juang Pahlawan Melalui Ziarah Taman Makam Pahlawan

DPM FEBM UMRAH Gelar Seminar Interaktif, Dicky Novalino Bahas Peran Strategis Mahasiswa

27 September 2026 - 11:16 WIB

DPM FEBM UMRAH Gelar Seminar Interaktif, Dicky Novalino Bahas Peran Strategis Mahasiswa

Guru Hebat Tak Cukup Hanya Kompeten, Harus Jadi Pelindung yang Aman bagi Murid

23 September 2026 - 21:35 WIB

Guru Hebat Tak Cukup Hanya Kompeten, Harus Jadi Pelindung yang Aman bagi Murid

Tabligh Akbar “Islam Berkemajuan” Digelar di Tanjungpinang, Ketua MUI Riau Jadi Narasumber

21 September 2026 - 10:51 WIB

Tabligh Akbar “Islam Berkemajuan” Digelar di Tanjungpinang, Ketua MUI Riau Jadi Narasumber

Revitalisasi SMAN 1 Batam Jadi Langkah Penguatan Fasilitas Pendidikan bagi 1.544 Siswa

18 September 2026 - 15:52 WIB

Revitalisasi SMAN 1 Batam Jadi Langkah Penguatan Fasilitas Pendidikan bagi 1.544 Siswa
Trending di Batam