Menu

Mode Gelap

Kepri

Kementerian KKP RI Tetapkan 2,9 Juta Hektar Kawasan Konservasi Perikanan di Kepri

badge-check


					Gubenur Kepri, Ansar Ahmad.  (Nzl) Perbesar

Gubenur Kepri, Ansar Ahmad. (Nzl)

TANJUNGPINANG, Kepri.info – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia (RI) menetapkan 2,9 juta hektar kawasan konservasi perikanan se Kepri.

Hal itu disampaikan oleh Gubernur Kepri, Ansar Ahmad saat diwawancarai awak media, Selasa (16/9/2025).

Ia mengatakan dengan luas wilayah yang Kepri miliki, Pemprov telah lama mengusulkan pembangunan kawasan observasi kepada pemerintah pusat.

Tujuannya, lanjut Ansar, untuk mendukung program ekonomi biru dan ekspor nasional yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Disemua kabupaten yang ada di Kepri telah ditetapkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan yaitu seluas 2,9 juta hektar untuk keseluruhan,” ujar Ansar.

Ini, kata Ansar harus dijaga dan kelola dengan baik dari semua aspek untuk menjamin keberlangsungan dan kesinambungan pengembangan hasil laut bagi masyarakat serta generasi mendatang.

Kemarin, kata Ansar ia didampingi Wakil Gubernur, melakukan pelepasan ekspor berbagai jenis kerapu mencapai 3,5 ton yang berasal dari Bintan, dan 3,5 ton dari Kabupaten Natuna.

“Jadi, kemarin totalnya ada 7 ton yang kita ekspor,” tambahnya.

Kegiatan ekspor ini merupakan yang perdana dilakukan setelah tertunda tujuh bulan akibat perubahan kebijakan pemerintah China yang mewajibkan pengiriman melalui jalur udara.

“Karena pemerintah china memberlakukan harus melalui penerbangan pesawat dan itu tidak mungkinkan, karena ekspornya ikan hidup. Ikan hidup itu harus menggunakan air,” ujarnya.

Ia menyebutkan bahwa ini semua atas dukungan dan komunikasi Pemprov Kepri, Himpunanan Riset Sumberdaya Ikan (HRSI), dan dinas kabupaten kota melalui Dinas Perikanan Kepri ke pemerintah pusat.

“Alhamdulillah, kita telah berhasil memulai ekspor lagi. Meskipun sistem pembayarannya tidak melalui Letter of Credit (LC), melainkan menggunakan metode Cash on Delivery (COD), pelaku usaha kita telah bersedia mengambil risiko tersebut. Semoga kegiatan ekspor ini berjalan lancar dan membuka peluang bagi provinsi lain di Indonesia,” tutupnya. (Nzl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Rida K Liamsi Jabat Ketua Umum Dewan Kebudayaan Kepri Periode 2026-2023

18 April 2026 - 14:14 WIB

Dewan Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau masa bakti 2026–2031. F-Kominfo Kepri

Dewi Ansar Dikukuhkan sebagai Ketua YKI Kepri 2026–2031

18 April 2026 - 13:48 WIB

Dewi Kumalasari Ansar secara resmi dikukuhkan sebagai Ketua Pengurus Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Provinsi Kepulauan Riau masa bakti 2026–2031 oleh Pengurus Yayasan Kanker Indonesia Pusat di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Jumat (17/4/2026). F-Kominfo Kepri

Nenny Dwiyana Nyanyang Pimpin Wanita Islam Kepri, Siap Perkuat Peran Perempuan dalam Pembangunan

18 April 2026 - 08:39 WIB

Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Kepulauan Riau, Nenny Dwiyana Nyanyang, resmi diamanahkan sebagai Ketua Umum Pimpinan Wilayah Wanita Islam Provinsi Kepulauan Riau periode 2026–2031.

Kri Kapitan Pattimura-371 dan Kri Wiratno-379 Berhasil Evakuasi Korban Kapal Tenggelam di Laut Natuna Utara

17 April 2026 - 15:47 WIB

KRI Kapitan Pattimura-371 dan KRI Wiratno-379 berhasil melaksanakan evakuasi terhadap korban kapal terbakar di perairan Natuna Utara. F-Dispen Koarmada I

Jenazah Bripda Natanael Simanungkalit dimakamkan 

17 April 2026 - 14:35 WIB

Pemakaman Bripda Natanael Simanungkalit, Jum'at (17/04). F-Humas Polda Kepri
Trending di Kepri