BINTAN, Kepri.info – Pembangunan jembatan penghubung antara Tirtamadu dan Gesek di Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau semakin menunjukkan progres signifikan.
Proyek strategis yang digagas pemerintah daerah ini ditargetkan selesai sebelum akhir tahun 2025, bahkan kemungkinan bisa diselesaikan lebih awal, yakni akhir November 2025, sehingga bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.
Jembatan yang berada di titik Km 20 jalan lintas timur Bintan ini merupakan salah satu infrastruktur penting yang telah lama dinantikan warga, khususnya karena jalan dan fasilitas penghubung antar wilayah tersebut sebelumnya rusak parah akibat longsor dan banjir pada 2021.
Kerusakan itu sempat menghambat mobilitas dan distribusi barang dari dan ke wilayah Toapaya dan Bintan Timur.
-Arah Pembangunan dan Akselerasi Proyek
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Provinsi Kepulauan Riau, Rodi Yantari mengatakan, pembangunan jembatan ini dilaksanakan berdasarkan arahan langsung Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri.
“sebagai bagian dari respons terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut,”ucapnya.
Meski kontrak kerja resmi berlaku hingga Desember 2025, progres di lapangan menunjukkan bahwa struktur jembatan telah hampir rampung dan diyakini dapat dipakai sebelum masa kontrak berakhir.
Rodi juga menyampaikan optimisme bahwa jembatan dapat beroperasi lebih cepat daripada jadwal kontrak, dengan pengamatan terakhir menunjukkan pekerjaaan konstruksi telah memasuki fase akhir.
“Hal ini tentu disambut positif mengingat jembatan tersebut punya peran penting dalam memperlancar arus transportasi dan logistik di kawasan Bintan,”ungkapnya.
-Manfaat Bagi Masyarakat dan Solusi Alami
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura menyatakan rasa syukur karena proyek ini kini bisa terealisasi di tahun 2025 setelah direncanakan sejak 2021–2022.
Ia menekankan bahwa keberadaan jembatan ini tidak hanya bertujuan mempermudah akses jalan.
“tetapi juga diharapkan mampu mengatasi permasalahan banjir di wilayah sekitar, yang sebelumnya kerap memperparah kondisi infrastruktur jalan,”harapnya.
Dengan hadirnya struktur baru ini, warga di wilayah Toapaya maupun di Bintan Timur dapat lebih mudah melakukan mobilitas harian, transportasi barang, serta meningkatkan aktivitas ekonomi lokal yang sempat terhambat karena kondisi jembatan lama yang rusak.
Penggunaan struktur box culvert besar yang dipasang di lokasi terlihat telah memberikan jalur yang lebih aman dan kuat untuk dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
-Pendanaan dan Pihak Pelaksana
Pembangunan jembatan ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kepulauan Riau tahun anggaran 2025 dengan nilai sebesar sekitar Rp2,968 miliar.
Pengerjaan proyek dilaksanakan oleh konsorsium PT Eka Balingga bersama CV Tiga Pilar Abadi sebagai konsultan pengawas. (Advertorial)
Reporter: M.Nazarullah
Redaktur: Yulita Dhani Kusumawati








