KEPRI.INFO,Bintan – Ketua Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI) Provinsi Kepulauan Riau, Abdul Rauf Rahim, mengapresiasi perhatian dan langkah cepat Roby Kurniawan dalam mengantisipasi potensi penyebaran malaria di Kabupaten Bintan. Bupati turun langsung pada rapat koordinasi pengendalian malaria di kantor Bapperida Bintan, Kamis (04/06).
Menurut Abdul Rauf Rahim, perhatian Bupati Bintan terhadap malaria menunjukkan komitmen yang kuat dalam menjaga keberhasilan daerah yang selama dua tahun terakhir tidak lagi terdapat kasus malaria. Langkah tersebut dinilai penting mengingat wilayah yang bertetangga langsung dengan Bintan, yakni Tanjungpinang, saat ini tengah menghadapi peningkatan kasus.
“Kami mengapresiasi atensi Bupati Bintan terhadap pengendalian malaria. Ini merupakan bentuk kewaspadaan yang sangat penting karena Kota Tanjungpinang yang berada dalam satu daratan dengan Kabupaten Bintan sedang mengalami lonjakan kasus malaria. Upaya antisipasi harus dilakukan sejak dini agar tidak terjadi penularan di wilayah Bintan,” ujar Abdul Rauf Rahim.
Abdul Rauf menjelaskan bahwa salah satu poin penting yang ditekankan Bupati Bintan adalah memastikan setiap masyarakat yang menunjukkan gejala malaria dapat segera dilacak dan diperiksa. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan tidak terjadi penularan lokal (indigenous transmission) di Kabupaten Bintan.
Menurutnya, kewaspadaan ini sangat relevan mengingat Kabupaten Bintan telah berhasil mempertahankan kondisi tanpa kasus malaria selama dua tahun terakhir. Oleh karena itu, setiap dugaan kasus harus segera ditindaklanjuti melalui surveilans epidemiologi dan investigasi lapangan.
“Bupati meminta agar masyarakat yang bergejala malaria benar-benar dilacak dan ditangani. Tujuannya untuk memastikan tidak terjadi penularan lokal karena Bintan sudah dua tahun tidak mencatatkan kasus malaria,” jelasnya.
PERSAKMI juga menilai langkah Bupati Bintan yang melibatkan berbagai sektor dalam pengendalian malaria sebagai kebijakan yang tepat. Selain menggerakkan sektor kesehatan, Bupati juga meminta pengawasan dan keterlibatan aktif para camat serta lurah dalam upaya pencegahan dan deteksi dini.
Menurut Abdul Rauf, keterlibatan pemerintah kecamatan dan kelurahan akan mempermudah koordinasi tenaga kesehatan di lapangan, terutama dalam pelacakan kasus, edukasi masyarakat, dan identifikasi faktor risiko lingkungan.
“Langkah Bupati yang melibatkan lintas sektor serta memerintahkan pengawasan oleh camat dan lurah sangat tepat. Dengan dukungan pemerintah wilayah, koordinasi tenaga kesehatan di lapangan menjadi lebih mudah dan respons terhadap kasus dapat dilakukan lebih cepat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Rauf juga mengingatkan masyarakat bahwa penanganan malaria berbeda dengan demam berdarah dengue (DBD). Menurutnya, masih terdapat anggapan bahwa peningkatan kasus malaria dapat diatasi dengan fogging seperti pada DBD, padahal pendekatan pengendaliannya berbeda.
Ia menjelaskan bahwa pengendalian malaria lebih menitikberatkan pada pelacakan sumber penularan dan habitat perkembangbiakan nyamuk (breeding places), investigasi epidemiologi, pemeriksaan kontak, serta pengobatan yang cepat dan tepat sesuai standar program malaria.
“Malaria tidak dikendalikan dengan fogging seperti DBD. Yang lebih penting mengidentifikasi sumber perkembang biakan nyamuk Anopheles kemudian melakukan pengendalian lingkungan untuk breedjng place malaria yang bertujuan untuk memutus siklus hidup nyamuk Anopheles. Fokus utama memodifikasi lingkungan secara permanen dengan menghilangkan tempat perkembangbiakan dan membuat kondisi lingkungan tidak layak bagi larva nyamuk, seperti menebar bibit ikan pemakan jentik,” tegasnya.
Lebih lanjut, PERSAKMI Kepulauan Riau mengimbau seluruh kepala daerah di Kepulauan Riau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap malaria. Menurut Abdul Rauf, keberhasilan daerah dalam memperoleh sertifikasi eliminasi malaria harus dijaga melalui penguatan surveilans dan respons cepat terhadap setiap kasus yang ditemukan.
Ia mengingatkan bahwa sebagian besar kabupaten dan kota di Kepulauan Riau telah memperoleh sertifikasi eliminasi malaria, sementara beberapa daerah lainnya masih dalam proses penetapan. Oleh karena itu, seluruh pemangku kepentingan perlu memastikan tidak terjadi penularan kembali yang dapat mengancam capaian tersebut.
“Kami mengimbau seluruh kepala daerah di Kepulauan Riau untuk mengantisipasi kasus malaria sejak dini. Keberhasilan yang sudah dicapai harus dijaga bersama. Surveilans yang kuat, pelacakan kasus yang cepat, dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar Kepulauan Riau tetap terbebas dari penularan malaria,” pungkas Abdul Rauf Rahim. (Darul)
Redaktur: Eb








