Menu

Mode Gelap

Tanjungpinang

139 Titik Kebakaran, Sekda Zulhidayat Bahas Kondisi Kekeringan dan Karhutla bersama  Forkopimda

badge-check


					Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, pimpin Rapat Koordinasi Forkopimda terkait kondisi terkini bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Tanjungpinang, yang dilaksanakan di Ruang Rapat Engku Putri Raja Hamidah, Kantor Wali Kota, Selasa (31/3). Perbesar

Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, pimpin Rapat Koordinasi Forkopimda terkait kondisi terkini bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Tanjungpinang, yang dilaksanakan di Ruang Rapat Engku Putri Raja Hamidah, Kantor Wali Kota, Selasa (31/3).

KEPRI.INFO–Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, pimpin Rapat Koordinasi Forkopimda terkait kondisi terkini bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Tanjungpinang, yang dilaksanakan di Ruang Rapat Engku Putri Raja Hamidah, Kantor Wali Kota, Selasa (31/3).

Dalam arahannya, Sekda Zulhidayat menyampaikan melalui rakor ini untuk memberikan analisis objektif terhadap kondisi faktual kekeringan dan Karhutla berdasarkan data terkini, sekaligus menilai dampak sosial yang dirasakan masyarakat. “Rakor ini penting untuk menyajikan data yang akurat dan objektif, sehingga dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan yang tepat dan terukur,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa penilaian kapasitas daerah menjadi hal krusial dalam menentukan efektivitas penanganan bencana. “Kita perlu melihat secara komprehensif kemampuan daerah, baik dari sisi sumber daya, sarana prasarana, maupun dukungan lintas sektor,” tegasnya.

Berdasarkan data rekapitulasi kejadian kebakaran triwulan I tahun 2026, tercatat sebanyak 139 titik kebakaran. Sebaran kejadian terbanyak berada di Kecamatan Tanjungpinang Timur dengan 73 titik, disusul Tanjungpinang Kota 38 titik, Bukit Bestari 26 titik, dan Tanjungpinang Barat 2 titik. Mayoritas kejadian kebakaran diduga berasal dari sisa pembakaran sampah yang tidak terkendali, sehingga hal ini perlu menjadi perhatian serius bersama.

Sekda Zulhidayat juga menjelaskan bahwa kondisi kekeringan dipicu oleh rendahnya curah hujan pada Januari hingga Februari 2026 yang berada di bawah normal, serta Hari Tanpa Hujan (HTH) yang mencapai 21 hingga 30 hari. Dampaknya, cadangan air baku mengalami penurunan signifikan. “Kondisi ini menunjukkan adanya potensi kekeringan hidrologis yang harus segera kita antisipasi bersama,” jelasnya.

Sementara itu, risiko Karhutla terus meningkat ditandai dengan melonjaknya jumlah hotspot di Pulau Bintan dari 38 menjadi 117 titik, dengan indeks bahaya kebakaran (FWI) berada pada kategori sangat tinggi. “Peningkatan hotspot ini menjadi indikator kuat bahwa risiko kebakaran semakin tinggi, khususnya di wilayah Tanjungpinang Timur,” sebutnya.

Dijelaskannya, terkait upaya penanganan, Pemerintah Kota Tanjungpinang telah melakukan distribusi air bersih sejak Januari, meskipun masih menghadapi keterbatasan armada serta menurunnya debit sumber air alternatif. “Distribusi air bersih sudah berjalan, namun kita perlu memperkuat koordinasi lintas instansi untuk mengatasi keterbatasan yang ada,” tuturnya.

Dalam rapat tersebut juga dibahas rencana penetapan status tanggap darurat bencana sebagai langkah percepatan penanganan. “Dengan mempertimbangkan dampak yang sudah dirasakan masyarakat serta meningkatnya risiko Karhutla, penetapan status tanggap darurat menjadi langkah yang perlu dipertimbangkan secara serius. Perlunya kehati-hatian dengan mempertimbangkan prediksi BMKG yang menyebutkan curah hujan berpotensi meningkat pada April hingga Mei,” tambahnya.

Sebagai langkah konkret, pemerintah mengacu pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana serta Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008, dengan rencana penetapan status tanggap darurat selama 14 hari dan evaluasi berkala. Fokus penanganan diarahkan pada pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat serta penguatan patroli dan pencegahan kebakaran lahan. Langkah-langkah ini diharapkan mampu memberikan respon cepat dan meminimalisir dampak yang lebih luas.

Terakhir, Sekda Zulhidayat menegaskan pentingnya sinergi dan langkah cepat dalam menghadapi kondisi ini. “Dengan mempertimbangkan kondisi meteorologis, meningkatnya risiko Karhutla, serta dampak yang sudah dirasakan masyarakat, diperlukan langkah cepat dan terkoordinasi untuk melindungi masyarakat Kota Tanjungpinang,” tutupnya.(*)

Redaktur: Sueb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

May Day 2026, Kapolresta Tanjungpinang Bersama Forkompinda Senam Bersama Ratusan Buruh

2 Mei 2026 - 10:55 WIB

Peraayaan Hari Buruh Polresta Tanjungpinang, Jumat (01/05).

Pemko Tanjungpinang Tegaskan Komitmen Tata Ruang, Tindaklanjuti Isu Perizinan Perumahan Cristal Abadi 3

1 Mei 2026 - 15:53 WIB

Kepala Dinas PUPR Kota Tanjungpinang, Rusli, dan dihadiri Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tanjungpinang Adi Firmansyah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang Teguh Susanto, Kabid Penaatan Lingkungan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH, Desryati, Sekretaris Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertamanan Kota Tanjungpinang M. Irfan, beserta bidang teknis terkait dari Dinas PUPR. Hadir pula pemilik Perumahan Cristal Abadi 3, Joni, bersama jajaran, Kamis (30/04)

Peringatan May Day, Lis Apresiasi Peran Pekerja dalam Pembangunan Daerah

1 Mei 2026 - 13:59 WIB

Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, S.H., Menghadiri peringati Hari Buruh Internasional atau May Day, di Terminal Sei Carang, Jumat (1/5).

Peringatan Hari Kartini, Lis Sebut Perempuan Tangguh dan Inspiratif Pilar Pembangunan

1 Mei 2026 - 08:28 WIB

Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH pada peringatan Hari Kartini ke-147 yang dilaksanakan di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Kantor Wali Kota, Kamis (30/4).

Andi Cori Klarifikasi Polemik “Berbenah” dan PBG, Sebut Akar Masalah Bermula Sejak Era Rahma

29 April 2026 - 23:06 WIB

Tokoh masyarakat Tanjungpinang, Andi Cori Patahuddin,
Trending di Tanjungpinang