Menu

Mode Gelap

Head Line

Kemendikbud Terus Berupaya Ciptakan Nawacita di Bidang Pendidikan

badge-check


					Kemendikbud Terus Berupaya Ciptakan Nawacita di Bidang Pendidikan Perbesar

Kemendikbud Terus Berupaya Ciptakan Nawacita di Bidang PendidikanBanjarbaru, Kepri.info – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, menyampaikan bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus berupaya mewujudkan nawacita di bidang pendidikan. Hal ini disampaikan pada Dialog Interaktif Mendikbud dengan Pengawas, Kepala Sekolah, dan Guru, di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis malam (14/9).

Di hadapan lebih dari 200 peserta, Mendikbud menyampaikan bahwa Nawacita merupakan janji Presiden kepada rakyat Indonesia yang harus ditepati. Untuk itu, sebagai pembantu presiden, Mendikbud berkewajiban untuk mewujudkan visi Presiden.

Salah satu pesan Presiden saat dirinya resmi menjadi Menteri adalah percepatan dan ketepatan penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP). “Alhamdulillah saat ini penyaluran KIP sudah mencapai 85 persen,” ujar Mendikbud. Saat ini KIP juga menyasar anak yatim dan panti asuhan.

Anak yatim dan panti asuhan memiliki status yang ‘unik’. Mereka sudah tidak tercantum dalam kartu keluarga. Hal ini menyebabkan mereka tidak terdata sebagai penerima KIP. Namun kini sudah diatur sehingga anak yatim dan panti asuhan juga dapat menikmati KIP. “Ini juga program dari Presiden Jokowi,” tambah Mendikbud.

Selain penyaluran KIP, Mendikbud mengatakan program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) juga salah satu yang menjadi fokus pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pada level Sekolah Dasar, pendidikan karakter dan budi pekerti mendapat porsi sebesar 70 persen, dan pengetahuan 30 persen. Hal ini memberikan penekanan betapa pentingnya pendidikan karakter untuk ditanamkan sejak dini.

Pendidikan karakter tidak hanya menjadi fokus Indonesia tetapi juga banyak negara di dunia. Pada pertemuan menteri pendidikan se-Asia Tenggara lalu, semua menteri pendidikan mengakui krisis karakter di negara masing-masing. Mereka menyadari selama ini fokus pendidikan adalah mengejar ketertinggalan pendidikan, sehingga kurang fokus dalam pendidikan karakter. Oleh karena itu, saat ini pendidikan karakter sudah menjadi perhatian bersama.

Pada kesempatan ini Mendikbud juga menekankan pentingnya profesi guru. “Profesi itu hanya ada dua. Yang pertama guru, yang kedua adalah lain-lain,” kata Mendikbud yang disambut tepuk tangan seluruh peserta.

Mendikbud menjelaskan bahwa tidak ada profesi lain yang tidak tersentuh tangan guru di masa sebelumnya. “Apa ada dokter yang tidak diajar guru?” tambah Mendikbud.

Mendikbud juga mengimbau agar guru mengantisipasi peredaran narkoba di lingkungan anak didiknya. “Efek negatif narkoba lebih berbahaya bahkan dibandingkan aksi teror,” tegas Mendikbud. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tanjungpinang Ikut “Run The Beat” HANI 2026, Ajak Generasi Muda Jauhi Narkoba

21 Juni 2026 - 09:54 WIB

Peserta Run The Beat” HANI 2026

Revitalisasi SMK/SMA di Batam Diresmikan, Gubernur Ansar Dorong Generasi Kepri Kuasai Era Teknologi

14 Mei 2026 - 11:23 WIB

Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad, menghadiri acara Peresmian Program Revitalisasi Asta Cita SMK/SMA dan APBD T.A 2025 se-Kota Batam pada Rabu (13/05) yang diselenggarakan di SMK Negeri 11 Kota Batam.

Kodim 0315/Tanjungpinang Bangun Jembatan Garuda di Bintan, Wujud Dukungan Program Nasional dari Presiden RI

11 Mei 2026 - 13:41 WIB

Kodim 0315/Tanjungpinang Bangun Jembatan Garuda di Bintan, Wujud Dukungan Program Nasional dari Presiden RI

Hadiri Pengukuhan MUI NTB, Menteri Nusron Tekankan Prinsip Kebermanfaatan dalam Pengabdian

11 April 2026 - 15:58 WIB

Pengukuhan MUI NTB

Pemprov Kepri Tingkatkan Kuota Beasiswa 2026: Fokus pada Keadilan Sosial dan Mahasiswa Tidak Mampu

7 April 2026 - 14:45 WIB

Gubernur Ansar saat diwawancarai wartawan Senin (06/04).
Trending di Pendidikan