oleh

BNPT dan FKPT Kepri Gelar Rembuk Aparatur Kelurahan Desa

Ketua FKPT Kepri Reni Yusneli saat memberikan kata sambutan.

Tanjungpinang, Kepri.Info-Badan Nasional Penanggulan Teroris (BNPT) RI dan Forum Koordinasi Pencegahan Teroris (FKPT) Kepri, menggelar rembuk aparatur kelurahan dan Desa tentang literasi informasi melalui FKPT Provinsi Kepri, dengan tema ‘Saring Sebelum Sharing’.

Kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Aston Tanjungpianang, Senin(8/4), dihadiri beberapa Camat se-kota Tanjungpianang, Babinsa TNI/Polri se Tanjungpianang, dan juga pengiat media se Provinsi Kepri.

Ketua FKPT Kepri yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, media menjadi sebuah kebutuhan dasar bagi siapa saja terutama pada era 4.0 ini.

“Begitu luas kebutuhan masyarakat sehingga terkadang yanh salahpun bisa dipercaya. Yang benar jadi bisa jadi abu-abu.”kata Reni Yusneli.

Menurut Reni, kemajuan teknologi saat ini dan peran media sangat berpengaruh merubah persepsi publik.

”Jurnalis harus sangat hati-hati. Semakin sering berita dimunculkan akan mempengaruhi keputusan politik hingga bisa merubah sebuah kebijakan. Berita tak benar bisa membuat paham radikal berkembang.”ujarnya.

Ia juga mengatakan, di era teknologi yang saat ini bertumbuh pesat, membuat kelompok radikalisme dan terorisme memanfaatkan kemajuan hal tersebut, dalam setiap aksi terorismenya.

”Beragam isu bisa menjadi sebab berkembangnya kelompok radikalisme. Ditambah lagi aksi-aksi yang mengarah radikal.”katanya.

Ia juga mengatakan peran media dalam keakuratan penyampaian informasi kepada masyarakat juga sangat penting, terutama dalam penerbitan pemberitaan mengenai aksi teroris yang perlu kiranya media massa dapat menyampaikan pemberitaan tersebut dengan cara yang seksama, tidak harus diblow up secara habis-habisan.

“Disinilah peran media, bagaimana bisa menyampaikan berita tentang aksi teror yang tidak melebihi-lebih,”ungkapnya.

Penulis: Moh Dan

Komentar