Menu

Mode Gelap

Kepri

Deputi Pemberdayaan Masyarakat Kemenko PM Sebut Sekolah Rakyat Sudah Ada 156 Unit

badge-check


					Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu, Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) Republik Indonesia (RI), Abdul Haris saat diwawancarai awak media,  didampingi Rektor UMRAH, Agung Dhamar Syakti, di Halaman Gedung A Ismet Abdullah, Dompak, Tanjungpinang, Jumat, (31/10/2025). (Nuzli Rhamadhani) Perbesar

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu, Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) Republik Indonesia (RI), Abdul Haris saat diwawancarai awak media, didampingi Rektor UMRAH, Agung Dhamar Syakti, di Halaman Gedung A Ismet Abdullah, Dompak, Tanjungpinang, Jumat, (31/10/2025). (Nuzli Rhamadhani)

TANJUNGPINANG, Kepri.info -Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu, Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) Republik Indonesia (RI), Abdul Haris mengatakan antusias terhadap perkembangan program Sekolah Rakyat (SR) kini menunjukkan kemajuan pesat.

Dari target awal sebanyak 50 sekolah, hingga tahun ini jumlahnya telah mencapai 165 sekolah, melampaui ekspektasi pemerintah.

“Pencapaian ini diluar terget. Dari 165 sekolah yang sudah berjalan, semuanya dapat beroperasi dengan baik. Khusus di Tanjungpinang, kami mendapat banyak informasi langsung dan bahkan turun berkomunikasi dengan para siswa untuk melihat kondisi di lapangan,” ujarnya.

Namun, di balik keberhasilan tersebut, pelaksanaan program ini juga menghadapi sejumlah tantangan.

Saat ini SR telah memasuki paket ketiga, dengan jumlah siswa awal sebanyak 100 orang.

Perbedaan latar belakang para siswa menjadi tantangan tersendiri dalam proses pengelolaan sekolah.

“Anak-anak ini berasal dari berbagai latar belakang. Mereka perlu waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru. Karena itu, ada beberapa yang akhirnya memutuskan untuk mundur,” jelasnya.

Pemerintah juga meminta pihak sekolah untuk terus berupaya memenuhi jumlah siswa hingga 100 orang sesuai target.

Tantangan lain yang dihadapi adalah keberagaman tingkat belajar siswa dalam satu kelas.

“Ternyata, dalam satu kelas ada siswa dari kelas 1, kelas 2, dan kelas 3 sekaligus. Ini menuntut para guru memiliki kemampuan luar biasa, baik dari segi keilmuan maupun manajerial,” tegasnya.

Dengan berbagai tantangan yang ada, program Sekolah Rakyat tetap menjadi salah satu upaya penting pemerintah untuk memperluas akses pendidikan dan membuka peluang belajar bagi semua kalangan. (Nzl)

Reporter: Nuzli Rhamadhani

Redaktur: Jendaras Karloan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Waspadai Penipuan Lelang Tertutup Pengadaan Material Mengatasnamakan Dinas Perkim Kepri

11 April 2026 - 12:43 WIB

Salah satu surat penawaran palsu yang diperoleh Dinas Perkim Kepri. (Sumber: Dinas Perkim)

Ansar Tekankan Sinergi Penegakan Hukum dalam Bimtek KUHAP Baru untuk Percepatan Pembangunan Kepri

10 April 2026 - 14:59 WIB

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Asep Mulyana bersama Gubernur Kepri, Ansar Ahmad

Kapolresta Tanjungpinang Olahraga Bersama Mahasiswa Cipayung Plus, Perkuat Sinergitas dan Kebersamaan

10 April 2026 - 14:38 WIB

Kapolresta Tanjungpinang Kombes Pol. Indra Ranu Dikarta, S.I.K., M.Si. melaksanakan kegiatan olahraga bersama dengan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Kota Tanjungpinang di Lapangan futsal. Jumat (10/04/2026)

Selama 3 Bulan, Diresnarkoba Polda Kepri Berhasil Gulung 58 Tersangka Narkotika

10 April 2026 - 12:52 WIB

Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei menyampaikan keterangan Pers, pada Jumat (10/4/2026). F-Humas Polda Kepri

Pemprov Kepri Serahkan Hibah Aset ke Pemko Tanjungpinang

8 April 2026 - 20:08 WIB

Gubernur Ansar bersama Walikota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah saat penandatanganan MoU Rabu (08/04). F-Kominfo Kepri
Trending di Kepri