TANJUNGPINANG, Kepri, Info – Upaya pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dalam mempercepat pembangunan infrastruktur strategis menunjukkan progres signifikan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPRP) Provinsi Kepri, Rodi Yantari memastikan bahwa hampir seluruh proyek strategis yang menjadi prioritas telah dikerjakan dengan optimal, dengan total anggaran yang digelontorkan mencapai sekitar Rp65 miliar hingga Rp70 miliar.
“Semua proyek ditargetkan selesai dan tuntas secara administratif paling lambat 25 Desember 2025, sesuai kontrak yang sudah disepakati,”ucapnya.
Salah satu proyek unggulan yang hampir rampung adalah penataan ulang kawasan Gurindam 12, sebuah ruang publik yang menjadi ikon dan lokasi kegiatan masyarakat.
Menurut Rodi, pembangunan fisik sudah selesai dan kini tinggal tahap pembersihan akhir sehingga ruang publik itu bisa segera dinikmati secara maksimal oleh warga dan pengunjung.
Selain itu, perbaikan Jalan Pelantar 2 yang menjadi akses vital masyarakat setempat juga telah selesai dilakukan.
Jalan ini dikenal sebagai jalur utama bagi aktivitas warga, terutama di sektor perdagangan dan mobilitas harian.
“Meskipun pengerjaannya sudah tuntas, saat ini sedang menunggu masa pemadatan dan pengerasan beton (curing) sebelum benar-benar dibuka sepenuhnya untuk umum. Nilai kontrak proyek ini sekitar Rp3,5 miliar,”sebutnya.
Pembangunan Jembatan Semala di Desa Kelarik Utara, Kecamatan Bunguran Utara, Kabupaten Natuna, juga menjadi sorotan.
Jembatan sepanjang sekitar 50 meter dengan lebar 7 meter ini dirancang untuk memperlancar konektivitas antar desa sekaligus mendukung aktivitas ekonomi lokal. Proyek ini dikerjakan dengan nilai kontrak sekitar Rp12 miliar.
Melihat keberhasilan pengerjaan proyek tahun ini, Dinas PUPRP Kepri juga telah menyiapkan serangkaian rencana besar untuk tahun anggaran 2026. Salah satunya adalah lanjutan penataan Taman Gurindam 12 hingga ke kawasan pedagang UMKM di Jalan Lingkar Gurindam.
Rencana ini tak hanya memperindah ruang publik, tetapi juga memberi fasilitas yang layak bagi pelaku usaha. Pemerintah provinsi berencana menyediakan sarana listrik, pasokan air bersih, dan kios permanen sehingga pedagang tidak lagi berjualan secara sembarangan dan bisa meningkatkan produktivitas usaha mereka.
Selain itu, proyek pelebaran Jalan Nusantara juga tengah direncanakan sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas antar wilayah.
Pelebaran jalan ini akan didukung oleh dana dari program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD), dengan estimasi alokasi anggaran yang cukup besar, sekitar Rp60 miliar hingga Rp80 miliar.
Pembangunan ini dipandang sebagai bagian penting dari strategi pemerintah untuk memfasilitasi pergerakan barang dan jasa, sekaligus memperkuat struktur ekonomi lokal dan regional.
Keberhasilan pengerjaan proyek infrastruktur ini menjadi salah satu elemen kunci dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di Kepri.
Baru-baru ini, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa perekonomian Provinsi Kepulauan Riau tumbuh 7,48 persen pada Triwulan III 2025, menjadikannya provinsi dengan pertumbuhan tertinggi di Sumatera dan menempatkannya di posisi ketiga secara nasional.
Pertumbuhan ini menunjukkan geliat ekonomi yang kuat dan optimisme bahwa infrastruktur yang lebih baik akan semakin memperkuat basis pertumbuhan tersebut.
Secara keseluruhan, langkah Dinas PUPRP Kepri dalam menyelesaikan proyek strategis menjelang akhir tahun anggaran menjadi cerminan komitmen pemerintah provinsi dalam menghadirkan pembangunan yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Dengan berbagai proyek lanjutan yang telah direncanakan, Kepri bersiap memperkuat fondasi pembangunan di tahun depan, sekaligus memperkokoh perannya sebagai salah satu wilayah penopang pertumbuhan ekonomi nasional. (Advertorial)
Reporter: Nuzli Ramadhani
Redaktur: Jendaras Karloan








