Menu

Mode Gelap

Advertorial

Investor Asal Tiongkok Tertarik Bangun Jembatan Babin di Kepri

badge-check


					Kepala DPMPTSP Kepri, Hasfarizal Handra di Gedung Daerah Tanjungpinang.(Nuzli Ramadhani) Perbesar

Kepala DPMPTSP Kepri, Hasfarizal Handra di Gedung Daerah Tanjungpinang.(Nuzli Ramadhani)

TANJUNGPINANG, Kepri.info – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi (DPMPTSP) Kepulauan Riau (Kepri) menyatakan bahwa investor asal Tiongkok tertarik membangun jembatan Batam-Bintan (Babin).

Kepala DPMPTSP Kepri, Hasfarizal Handra pun berharap investor asal Tiongkok itu tidak hanya sekadar tertarik, melainkan membuktikan untuk merealisasikan investasi membangun jembatan Batam – Bintan.

Sampai sekarang, kata dia Pemprov Kepri masih menunggu kepastian dari investor asal Tiongkok itu.

“Sejauh ini yang sudah tertarik untuk berinvestasi yakni investor asal Tiongkok yang berada di Malaysia,” kata Handra, Senin (27/10/2025).

Investor itu tidak hanya tertarik membangun dan mengelola Jembatan Batam – Bintan, melainkan juga ingin berinvestasi di bidang lainnya.

Menurut dia, investor tertarik berinvestasi di Kepri lantaran memiliki daya tarik tersendiri, seperti letak geografis yang strategis, yang berdekatan dengan Malaysia dan Singapura.

Posisi strategis ini menjadi potensi bisnis yang menjadi bahan pertimbangan untuk berinvestasi di Kepri.

“Selain karena dari perusahaan yang besar, mereka melihat Kepri ini punya daya tarik tersendiri, yakni berdekatan dengan negara lain,” ujarnya.

-Ada 4 Investor Tertarik Bangun Jembatan Babin

Investor Asal Tiongkok Tertarik Bangun Jembatan Babin di Kepri

Wakil gubernur (Wagub) Kepri, Nyanyang Haris Pratamura saat diwawancarai.(Nuzli Ramadhani)

Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Wagub Kepri) Nyanyang Haris Pratamura menyampaikan sejauh ini sudah ada empat investor luar negeri yang tertarik ikut membangun jembatan Batam-Bintan (Babin).

“Ada investor dari Tiongkok hingga Singapura yang menyatakan ketertarikan mereka, membangun jembatan Babin,” kata Wagub Kepri usai menerima kunjungan kontraktor asal Tiongkok PT China Road and Bridge Corporation (CRBC), di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Rabu (28/08/2025).

Nyanyang menyebut Pemprov Kepri membuka diri terhadap para investor yang ingin berinvestasi menggarap mega proyek jembatan penghubung Pulau Batam dan Bintan tersebut.

Apalagi sejak awal, pemerintah pusat telah menetapkan pembangunan jembatan Babin menggunakan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), sehingga tentu harus melibatkan pihak-pihak investor, baik dalam maupun luar negeri.

“Namun, kami hanya merekomendasikan investor ke pusat, keputusan final tetap di tangan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU),” ujarnya pula.

Wagub Nyanyang juga menyambut baik kedatangan perwakilan kontraktor CRBC Indonesia yang menawarkan keikutsertaan mereka membangun jembatan Babin di Kepri.

Terlebih lagi, perusahaan asing itu telah memiliki segudang pengalaman dalam membangun jembatan dan jalan tol di Indonesia, salah satunya Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya di Pulau Jawa dengan Bangkalan di Pulau Madura.

Terkini, katanya lagi, proses pembangunan jembatan Babin sedang dalam tahap review DED dan penyelidikan tanah oleh Bappenas dan Kementerian PU.

“Insya Allah Oktober rampung dan langsung diumumkan nilai investasinya. Kalau sebelum review itu, nilai investasinya sekitar Rp14 triliun,” katanya pula.

Bussines Development Renewabale Energy Head Coordination CRBC perwakilan Indonesia Lian Pongoh menyampaikan alasan tertarik membangun jembatan Babin, karena ingin memajukan perekonomian di wilayah Kepri, khususnya Batam dan Bintan.

Pihaknya memberikan penawaran pembangunan jembatan Babin dengan teknologi mutakhir guna menekan pembiayaan proyek tersebut.

“Itu sudah berhasil kita lakukan pada sejumlah proyek, termasuk jembatan Suramadu,” kata Lian.

Ia berharap dukungan pemerintah serta masyarakat Kepri supaya proyek jembatan itu lekas terealisasi, karena jembatan Babin dapat meningkatkan konektivitas orang dan barang serta perekonomian dua daerah, Batam dan Bintan. (Advertorial)

Reporter: Nuzli Ramadhani
Redaktur: Jendaras Karloan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

144 JCH Tanjungpinang Dilepas, Wali Kota Lis Titip Doa untuk Keberkahan dan Kesejahteraan Kota

17 April 2026 - 13:21 WIB

Walikota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah saat melepas Keberangkatan Calon Jemaah Haji dari Kota Tanjungpinang, 17 April 2026

Komitmen Berikan Kemudahan Berinvestasi, DPMPTSP Kepri Berikan Pendamping Bagi Investor

6 April 2026 - 14:50 WIB

Komitmen Berikan Kemudahan Berinvestasi, DPMPTSP Kepri Berikan Pendamping Bagi Investor

Gubernur Ansar Serahkan Laporan Keuangan Unaudited Tahun Anggaran 2025 ke BPK Kepri 

1 April 2026 - 07:59 WIB

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyerahkan penyampaian Laporan Keuangan Unaudited Pemerintah Provinsi Kepualaun Riau Tahun Anggaran 2025, bertempat di Kantor BPK Batam Centre, Senin (30/3). F-Kominfo Kepri

Pererat Silaturahmi Pasca Idul Fitri, Gubernur Ansar dan DPRD Kepri Perkuat Sinergi Pembangunan

30 Maret 2026 - 19:49 WIB

Gubernur dan Wakil Gubernur bersama Ketua DPRD Kepri, Kapolda Kepri dan Kajati Kepri menghadiri kegiatan Halal Bihalal dalam rangka Idul Fitri 1447 Hijriah bersama pimpinan dan seluruh anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Senin (30/3). F-Kominfo Kepri

Sampaikan Nota Pengantar LKPJ 2025 di DPRD Kepri, Gubernur Ansar: Mayoritas Indikator Kinerja Pembangunan Capai Kategori Sangat Tinggi

30 Maret 2026 - 16:30 WIB

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad menyerahkan Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2025 dalam Rapat Paripurna yang digelar di Ruang Sidang Utama DPRD Provinsi Kepri, Balairung Raja Khalid Hitam, Senin (30/3/2026). F-Kominfo Kepri
Trending di Advertorial