Menu

Mode Gelap

Kepri

Pemko Tanjungpinang Bebaskan Biaya Operasional Pedagang Pasar Puan Perak Selama 3 Bulan

badge-check


					Sekretaris daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, Rabu (28/8/2024)-Hendrik Perbesar

Sekretaris daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, Rabu (28/8/2024)-Hendrik

Pemko Tanjungpinang Bebaskan Biaya Operasional Pedagang Pasar Puan Perak Selama 3 Bulan

Sekretaris daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, Rabu (28/8/2024)-Hendrik

 

 

TANJUNGPINANG,Kepri.info – Pemerintah kota Tanjungpinang berencana akan membebaskan biaya operasional selama tiga bulan, seperti biaya Listrik, biaya air dan kebersihan kepada para pedagang di Pasar Puan Perak.

Sebelumnya, untuk menarik minat pedagang, Pemko Tanjungpinang telah membebaskan biaya sewa lapak, sebagai bentuk promosi dan kompensasi untuk pedagang.

Hal ini dibenarkan oleh Sekretaris daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat saat ditemui disela kegiatannya.

“Iya, Pemko berencana akan menggratiskan biaya operasional selama tiga bulan untuk pedagang yang mau berjualan di Pasar Puan Perak, selain itu kita juga akan membebaskan biaya sewa lapaknya juga, jadi pedagang hanya tinggal berjualan saja, ini sebagai bentuk promosi kita untuk menambah semangat perputaran ekonomi kota Tanjungpinang”jelasnya.

Ia mengatakan, wacana ini rencana akan mulai berjalan pada bulan September, November dan Oktober 2024 kedepan, dengan harapan pedagang mau berjualan di pasar tersebut, dengan estimasi pembiayaan yang ditanggung Pemko Tanjungpinang sebesar 200 hingga 300 juta rupiah.

“Jika kita sudah bebaskan biaya operasional ini, namun pedagang masih enggan jualan di pasar Puan Perak, maka berikan saya saran harus bagaimana lagi untuk mendorong minat pedagang untuk mau berjualan disana”ucapnya.

Saat disinggung terkait dampak pembebasan biaya operasional dengan kondisi pendapatan BUMD PT.TMB, Sekda Tanjungpinang menjelaskan bahwa kebijakan ini adalah upaya untuk meningkatkan ekonomi Masyarakat di Tanjungpinang, maka perlu adanya usaha yang dilakukan.

“Mungkin pendapatan BUMD akan berkurang, tapi yang terpenting adalah optimalisasi manfaat pasar tersebut untuk Masyarakat, itu tujuan utamanya”pungkasnya.(rik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Gubernur Ansar Nobar Piala Dunia 2026 Bersama Warga, Bazar UMKM hingga Layanan Gratis Diserbu Masyarakat

13 Juli 2026 - 08:56 WIB

Gubernur Ansar memberikan hadiah Door Prize Jalan Santai sebelum mengikuti Nobar Piala Dunia antara Argentina vs Swis

KRI Beladau-643 Kawal Ekspedisi Rupiah Berdaulat, Distribusikan Uang Layak Edar ke Pulau Terluar Kepri

11 Juli 2026 - 10:22 WIB

KRI Beladau-643 dari jajaran Komando Armada (Koarmada) I berhasil menyelesaikan misi pengamanan dan dukungan pelayaran dalam Ekspedisi Rupiah Berdaulat yang diselenggarakan Bank Indonesia di wilayah Kepulauan Riau.

Polda Kepri dan KPID Perkuat Sinergi Cegah Hoaks dan Wujudkan Penyiaran Sehat

9 Juli 2026 - 17:07 WIB

Polda Kepulauan Riau (Kepri) dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kepri memperkuat sinergi dalam menciptakan iklim penyiaran yang sehat sekaligus mendukung terwujudnya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di wilayah Kepulauan Riau.

Buka Cabang di Tanjungpinang, Silver Silk Tour and Travel Tawarkan Promo Haji dan Umrah hingga 20 Juli

8 Juli 2026 - 17:33 WIB

Direktur Tour and Travel Silver Silk, Tifani Dwi Putri

Ansar Targetkan Redistribusi 3.000 Hektare Lahan HPL di Bintan Jadi Prioritas Reforma Agraria Kepri 2026

8 Juli 2026 - 16:08 WIB

Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad membuka Rapat Koordinasi Awal Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Provinsi Kepri Tahun 2026 di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Selasa (7/7/2026).
Trending di Kepri