Menu

Mode Gelap

Tanjungpinang

Waspada, Kasus DBD di Tanjungpinang Naik Jadi 68 Kasus per Januari 2026

badge-check


					Ilustrasi nyamuk DBD F-Google Perbesar

Ilustrasi nyamuk DBD F-Google

TANJUNGPINANG, Kepri.info – Kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) mengalami peningkatan jumlah kasus pada bulan Januari 2026, Selasa (10/02).

Jika dibandingkan pada tahun 2025 di bulan Desember, kasus DBD terjadi 60 kasus, adanya peningkatan jumlah kasus ini menandakan alarm kewaspadaan terhadap penyakit menular yang satu ini perlu segera ditingkatkan.

Data bulan Januari 2026 ini berdasarkan laporan dari sejumlah Rumah Sakit dan Puskesmas di Kota Tanjungpinang yang mengkonfirmasi terjadinya kasus positif DBD.

Hal ini juga ditegaskan oleh kepala bidang pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P) di Dinas kesehatan dan Pengendalian penduduk (DKPP) kota Tanjungpinang, Handono.

“Pada Januari 2026 ini kasus DBD terbilang cukup tinggi ya, oleh karena itu ini harus kita antisipasi lebih waspada lagi, agar tidak terjadi peningkatan lebih tinggi, Januari ini dilaporkan ada 68 kasus, maka semua pihak yang terkait baik itu Pemerintah, masyarakat dan semua stakeholder di Tanjungpinang harus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan semua potensi yang berkaitan dengan hal ini, terutama dalam hal pencegahan,” tegas Handono.

Saat ditanya terkait kejadian luar biasa (KLB) terkait kasus DBD, Handono menegaskan bahwa tingginya kasus tersebut belum bisa dikategorikan dalam KLB, karena jika dihitung dari data perkembangan kasus selama periodik terjadinya kasus DBD di kota Tanjungpinang, maka kasus DBD masih belum dikatagorikan sebagai KLB.

“Jika kita bandingkan data kasusnya, di Tanjungpinang masih belum KLB, memang kasus di awal 2026 cukup tinggi namun berdasarkan Permenkes yang berlaku, hal ini belum dalam kategori KLB, apalagi dalam lima bulan terakhir ini, kasus DBD yang menyebabkan kematian tidak terjadi di Tanjungpinang, sedangkan salah satu indikator KLB adalah adanya peningkatan kasus kematian/ Case Fatality Rate (CFR) berturut – turut selama waktu tertentu, selain peningkatan kasus secara periodik berturut-turun dua kali lipat dibandingkan periode sebelumnya, jadi untuk kasus DBD Tanjungpinang masih dikatagorikan sebagai peningkatan kasus, namun hal ini harus menjadi kewaspadaan untuk kita semua.”  jelas Handono.

Berdasarkan data terbaru, terjadi perbedaan cukup signifikan antara bulan Januari 2025 dan Januari 2026, yakni kasus di DBD per januari 2025 hanya berjumlah 20 kasus positif, sementara Januari 2026 terjadi lonjakan 68 kasus, kemudian pada Februari 2025 terjadi 21 kasus, sementara itu pada Februari 2026 baru tercatat sementara sebanyak 10 kasus.

Waspada, Kasus DBD di Tanjungpinang Naik Jadi 68 Kasus per Januari 2026

Grafik peningkatan kasus DBD 2025-2026

DKPP Tanjungpinang juga merilis sejumlah kelurahan di Tanjungpinang yang menjadi penyumbang kasus DBD, seperti tahun – tahun sebelumnya.

Kelurahan Batu Sembilan yang dikenal padat penduduk menjadi kelurahan paling banyak terjadinya kasus DBD, pada tahun 2025 terjadi 127 kasus dan pada minggu kelima tahun 2026 ini, Kelurahan Batu Sembilan terjadi 28 kasus DBD.

Pada urutan kedua, Kelurahan Pinang Kencana tercatat pada tahun 2025 terjadi 114 kasus dan pada data terbaru 2026 Pinang Kencana kembali terjadi 19 kasus DBD.

Untuk data kelurahan lainnya dapat anda simak dari gambar berikut.

Waspada, Kasus DBD di Tanjungpinang Naik Jadi 68 Kasus per Januari 2026

Adanya fenomena lonjakan kasus DBD di Tanjungpinang menjadi peringatan bagi seluruh pihak, terutama masyarakat kota Tanjungpinang, terutama dalam hal menjaga kebersihan lingkungan, terutama dalam hal pemberantasan sarang nyamuk (PSN) ditambah lagi dengan gerakan 3M+ (Menguras, Menutup, Mendaur ulang + Menggunakan anti nyamuk).

Dinkes Tanjungpinang berjanji akan mengevaluasi efektivitas progam PSN dan 3M+ yang selama ini digencarkan tersebut, karena kasus masih saja meningkat meskipun program pencegahan telah dijalankan.

“Kami akan evaluasi lagi, selama ini kita terus mendorong program ini ke tengah masyarakat, namun kita perlu evaluasi lagi serta meningkatkan kerjasama dengan semua pihak terkait, masalah kesehatan ini bukan urusan satu instansi namun harus kita dukung bersama agar kasus DBD di Kota Tanjungpinang terus menurun.” pungkas Handono.

Penulis: M.Nazarullah

Redaktur: Eb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Persakmi Kepri Desak Pemko Tanjungpinang Pasang Status KLB Malaria.

9 Mei 2026 - 17:04 WIB

Ilustrasi Nyamuk Malaria

Kepala Rutan Kelas I Tanjungpinang Pimpin Ikrar Pemasyarakatan Bebas Narkoba, Handpone dan Penipuan

8 Mei 2026 - 18:01 WIB

Kepala Rutan Kelas I Tanjungpinang, Alanta Imanuel Ketaren, memimpin langsung pembacaan ikrar yang berisi komitmen menjaga Rutan tetap steril dari handphone ilegal, narkoba, dan praktik penipuan, Jum'at (08/05) F-Rutan Kelas I Tanjungpinang

Berantas Narkoba dan Penipuan, Bapas Kelas I Tanjungpinang Tegaskan Komitmen Lewat Ikrar

8 Mei 2026 - 11:19 WIB

Jajaran Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Tanjungpinang menggelar Apel Pagi Ikrar Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan pada Jumat (8/5/2026).

Kodim 0315/Tanjungpinang Akan Bangun Lima Jembatan Armco di Bintan Guna Percepat Akses Desa

7 Mei 2026 - 14:00 WIB

Kodim 0315/Tanjungpinang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan pascabanjir melalui dimulainya pembangunan Jembatan Armco di wilayah Kabupaten Bintan, Kamis (7/5/2026).

May Day 2026, Kapolresta Tanjungpinang Bersama Forkompinda Senam Bersama Ratusan Buruh

2 Mei 2026 - 10:55 WIB

Peraayaan Hari Buruh Polresta Tanjungpinang, Jumat (01/05).
Trending di Tanjungpinang