Menu

Mode Gelap

Tanjungpinang

Persakmi Kepri Desak Pemko Tanjungpinang Pasang Status KLB Malaria.

badge-check


					Ilustrasi Nyamuk Malaria Perbesar

Ilustrasi Nyamuk Malaria

KEPRI.INFO–Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi) Wilayah Kepri, mendesak pemerintah kota Tanjungpinang untuk menetapkan status kejadian luar biasa, untuk kasus malaria di Kota Tanjungpinang, berikut faktor dan alasan kenapa hal tersebut penting dan urgen.

Kota Tanjungpinang sejatinya sudah mendapatkan status bebas malaria di tahun 2014. Namun sejak 2024, terjadi lonjakan kasus. Meskipun di tahun 2025 sedikit menurun, namun di tahun 2026 ini meningkat kembali. Status bebas malaria merupakan salah satu indikator kota layak huni atau tidak.

Malaria berbeda dengan DBD. Gejala malaria lebih lama daripada DBD. Jenis nyamuk dan karakteristik nyamuknya pun berbeda. Jika nyamuk Aedes (DBD) sukanya di genangan yang bersih, Anopheles (Malaria) hidup di genangan air yang bersentuhan dengan tanah seperti rawa-rawa, lagon, bahkan genangan bekas tambang.

Jika aedes dibasmi dengan 3M Plus, maka pemberantasan anopheles lebih komprehensif melalui pengendalian di dalam rumah dan luar rumah, dengan pengendalian lingkungan secara luas. Dengan demikian, pengendalian Malaria membutuhkan intervensi yang lebih luas, tidak sekedar penanganan tingkat rumah tangga.

Masyarakat diminta untuk lebih waspada terhadap gejala malaria yaitu badan menggigil dan berkeringat disertai demam tinggi (diatas 38%). Biasanya disertai lemas, sakit kepala hebat, badan pegal, mual/muntah, diare, dan nyeri perut.

Ketua Persakmi Kepulauan Riau Abdul Rauf Rahim mendesak Pemerintah untuk meningkatkan sensifitas deteksi dini kasus malaria pelayanan kesehatan serta melakukan pengendalian kesehatan lingkungan secara komprehensif. Pasien malaria harus ditangani sesuai tata laksana serta pengendalian vektor malaria secara luas.

“Tentu ini jadi perhatian kita bersama ya, ini jelas tidak bisa dianggap sepele, jika memang ada lonjakan kasus yang signifikan, maka sudah seharusnya respon dari pemerintah perlu ditingkatkan lagi, tidak boleh landai saja, disamping untuk menekan kasus sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat dari segi pencegahannya, jika status KLB memenuhi syarat maka Pemko khususnya Dinkes Tanjungpinang harus bergerak cepat” Ungkap Rauf.

Dengan lonjakan kasus yang konsisten selama 3 tahun berturut-turut, barangkali pemerintah sudah perlu menetapkan kasus KLB (Kejadian Luar Biasa). (Darul)

Redaktur: Eb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Sambut IdulAdha, PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara RHF Tanjungpinang Salurkan 1 Ekor Sapi Qurban kepada masyarakat sekitar

30 Mei 2026 - 14:14 WIB

PT Angkasa Pura Indonesia/Injourney Airports Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjunpinang pada Sabtu (30/5/2026) menyalurkan bantuan 1 ekor sapi untuk kurban bagi sekitar masyarakat lingkungan Bandara melalui masjid Bandara.

Kesiapan Operasional dan Komitmen Layanan Sepenuh Hati Bandara RHF di Tengah Penyesuaian Biaya Tambahan (Surcharge) Pesawat

30 Mei 2026 - 08:55 WIB

Tengah, General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara RHF Tanjungpinang, Mohamad Setiadi Dermawan Wakan saat diwawancarai awak media, Jumat (29/05)

Muhammad Al Mujrin Nahkodai PC PMII Tanjungpinang-Bintan Periode 2026–2027

28 Mei 2026 - 19:50 WIB

Muhammad Al Mujrin resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pengurus Cabang (PC) PMII Tanjungpinang-Bintan periode 2026–2027.

Perkuat Peran UMKM, Injourney Airports Bandara RHF Salurkan Bantuan Kelompok Budidaya Jamur di Tanjungpinang 

26 Mei 2026 - 16:48 WIB

Mohamad Setiadi Dermawan Wakan, General Manager PT Angkasa Pura Indonesia atau Injourney Airports Kantor Cabang Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang saat menyerahkan bantuan kepada kelompok UMKM budidaya Jamur di Kota Tanjungpinang, Selasa (26/05)

Polresta Tanjungpinang Serahkan 21 Ekor Sapi Qurban Ke Sejumlah Masjid di Tanjungpinang

26 Mei 2026 - 14:01 WIB

Sebanyak 21 ekor hewan kurban didistribusikan Polresta Tanjungpinang kepada Masjid, Pondok pesantren, Mahasiswa dan masyarakat kurang mampu.
Trending di Tanjungpinang