Menu

Mode Gelap

Bintan

BPBD Bintan Catat 67 Karhutla, Luas Lahan Terdampak Capai Sekitar 50 Hektare

badge-check


					Kepala BPBD Bintan, Ramlah Perbesar

Kepala BPBD Bintan, Ramlah

KEPRI.INFO,Bintan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bintan mencatat sebanyak 67 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak Juli hingga menjelang September 2026. Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 50 hektare.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bintan, Ramlah, mengatakan karhutla terjadi di sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Toapaya, Gunung Kijang, Bintan Utara, Bintan Timur, dan Kecamatan Bintan Pesisir. Dari sejumlah wilayah tersebut, Bintan Timur menjadi salah satu daerah dengan kejadian karhutla terbanyak.

“Jumlah totalnya saat ini sekitar 67 kejadian. Ini tersebar di Kecamatan Toapaya, Gunung Kijang, kemudian Bintan Utara dan Bintan Timur,” kata Ramlah, Kamis (27/8/2026).

Menurut Ramlah, penanganan karhutla dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan TNI, Polri, serta instansi dan pihak terkait lainnya. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pemadaman sekaligus mencegah api meluas.

“Dari hasil pendataan saat ini sekitar 50 hektare. Penanganannya lebih cepat karena semuanya sudah bergerak, termasuk TNI-Polri dalam penanganan kebencanaan,” ujarnya.

Ramlah menyebut kondisi cuaca yang panas dan kering turut meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Selain faktor alam, kelalaian manusia juga diduga menjadi salah satu penyebab munculnya kebakaran.

“Kelalaian manusia tentunya ada. Kondisi yang cukup luar biasa hari ini, kering dan panas, mengakibatkan kelalaian manusia yang membakar atau membuka lahan dengan cara membakar menjadi lebih parah,” katanya.

Untuk mencegah bertambahnya kejadian karhutla, BPBD Bintan terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

Ramlah juga menyebut sejumlah kasus pembukaan lahan dengan cara membakar telah diproses oleh pihak kepolisian. Ia mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan kering.

“Jangan membuka lahan dengan cara membakar karena api dapat dengan mudah meluas dan menimbulkan kebakaran,” pungkasnya.

Penulis: Yuli

Redaktur: Suaib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Makam Bayi di Bintan Dibongkar OTK, Polisi Selidiki Motif dan Pelaku

20 September 2026 - 10:41 WIB

Makam Bayi di Bintan Dibongkar OTK, Polisi Selidiki Motif dan Pelaku

Kabut Asap Makin Pekat, Disdik Hentikan Sekolah Tatap Muka Selama 3 Hari

14 September 2026 - 17:13 WIB

Kabut Asap Makin Pekat, Disdik Hentikan Sekolah Tatap Muka Selama 3 Hari

Mata Warga Mulai Pedih, Kabut Asap Serang Tambelan hingga Sekolah Terancam Daring

12 September 2026 - 13:03 WIB

Mata Warga Mulai Pedih, Kabut Asap Serang Tambelan hingga Sekolah Terancam Daring

Bintan Raih Silver Award IMT-GT Green City Award Kategori Circular Economy dan Resource Efficiency

10 September 2026 - 19:49 WIB

Bintan Raih Silver Award IMT-GT Green City Award Kategori Circular Economy dan Resource Efficiency

Masuk Tahap ke-7, Perkim Bintan Fokuskan Pembangunan Masjid Agung Seri Bentan pada Tiga Pekerjaan Utama

10 September 2026 - 16:26 WIB

Masuk Tahap ke-7, Perkim Bintan Fokuskan Pembangunan Masjid Agung Seri Bentan pada Tiga Pekerjaan Utama
Trending di Bintan