KEPRI.INFO,BATAM — Ketua Besar Persatuan Keluarga Besar Flores Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Ignatius Toka Solly, S.H., menyampaikan lima poin penting menyikapi konflik yang terjadi di kawasan Setokok, Kota Batam.
Ignatius menyampaikan keprihatinan sekaligus duka cita mendalam atas jatuhnya korban dalam peristiwa tersebut.
Ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya keluarga besar Flores dan Flobamora di Kepri, untuk bersama-sama mendoakan para korban.
“Atas nama Rumah Besar Flores dan Flobamora Kepri, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya saudara-saudara kita di Batam. Mari kita berdoa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik dan berbahagia di surga abadi,” ujarnya.
Selain menyampaikan belasungkawa, Ignatius meminta Kapolri dan Kapolda Kepri mengambil langkah tegas dengan mengusut kasus tersebut secara menyeluruh serta menangkap pihak-pihak yang terbukti terlibat.
“Kami meminta kepada Bapak Kapolri dan Bapak Kapolda untuk melakukan langkah tegas, menangkap pelaku dan mengusut tuntas kasus ini dengan pola gerak cepat,” tegasnya.
Di sisi lain, Ignatius mengimbau seluruh keluarga Flores yang berada di kabupaten dan kota se-Kepri agar tetap tenang serta tidak mudah terprovokasi.
Ia meminta masyarakat memberikan kepercayaan kepada aparat kepolisian yang saat ini menangani kasus tersebut di bawah koordinasi langsung Kapolda Kepri. Menurutnya, proses hukum harus dikawal hingga perkara tersebut benar-benar tuntas.
“Kami mengimbau kepada seluruh keluarga Flores yang berada di seluruh kabupaten dan kota di Kepri untuk tetap tenang. Jaga persatuan, berikan kepercayaan kepada aparat kepolisian yang saat ini telah ditangani langsung oleh Bapak Kapolda Kepri. Kita kawal terus sampai proses hukum ini tuntas,” katanya.
Lebih lanjut, Ignatius mengajak seluruh elemen masyarakat di Kepulauan Riau untuk menjaga dan merawat empat pilar kebangsaan sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurutnya, nilai-nilai kebangsaan harus terus dipelihara agar kehidupan masyarakat di Provinsi Kepri tetap aman, harmonis dan penuh persaudaraan.
“Mari kita menjaga dan merawat empat pilar kebangsaan kita agar tetap tumbuh dan berkembang di bumi Segantang Lada,” ujarnya.
Pada poin terakhir, Ignatius menegaskan pentingnya menjaga persaudaraan dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kepri.
“Bumi Pertiwi adalah kita, Bumi Segantang Lada adalah kita, Melayu adalah kita. Itulah jiwa kita sesungguhnya. Menjaga persaudaraan dan kesatuan bangsa dan negeri ini,” pungkasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai seruan kepada seluruh keluarga besar Flores dan masyarakat Kepri agar tidak terjebak dalam tindakan yang dapat memperkeruh situasi, serta menyerahkan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Redaktur: Suaib







