Menu

Mode Gelap

Kepri

Dinas kesehatan Catat 400 penderita ODGJ di Tanjungpinang

badge-check


					Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang, Rustam, Tanjungpinang, Senin (07/10/2024)- Hendrik Perbesar

Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang, Rustam, Tanjungpinang, Senin (07/10/2024)- Hendrik

TANJUNGPINANG,Kepri.info – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tanjungpinang mencatat jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dalam kurun waktu sampai tahun 2024 berjalan sebanyak 400 penderita.

Dengan banyaknya kasus yang telah di identifikasi, di dapati sejumlah faktor penyebab sehingga seseorang dapat mengalami gangguan jiwa berat.

Beragam faktor yang paling mendominasi dan sering dijumpai pada kasus ODGJ seperti masalah finansial, ekonomi, bisnis, karir hingga putus cinta.

Berdasarkan catatan, juga ditemukan pengidap ODGJ tidak hanya menetap pada satu usia saja, melainkan berbagai kalangan usia mulai dari anak anak, dewasa, remaja dan orang tua.

“Memang rata rata yang ditemukan kasus penyebab utamanya ya seperti demikian,” Ujarnya, Senin (07/10/2024).

Rustam juga menegaskan pentingnya menjalin komunikasi sosial yang erat sesama keluarga, kerabat dan orang orang di lingkungan sekitar.

Hal itu bertujuan sebagai bentuk upaya perhatian sosial yang harus terus terjaga, sehingga dapat menekan angka gangguan kejiwaan yang rendah kepada orang sekitar.

“Makanya kita perlu berinteraksi, jangan sesekali acuh apabila melihat seseorang sedang mengalami masalah, bisa saja orang tersebut memerlukan perhatian dari masalah yang sedang dialaminya,” Tegasnya.

Rustam menuturkan, saat ini penderita ODGJ masih rutin melakukan pengobatan, meski tidak dirawat secara intensif.

“Kalau rumah sakit kan di awal saja penanganannya, kalau sudah menunjukkan gejala yang baik, baru dipersilahkan rawat jalan dirumah,” Lanjutnya.

Dia mengatakan obat yang paling ampuh dan utama saat ini dalam mengobati si penderita adalah dari keluarga terdekat.

Menurutnya, keluarga adalah kunci utama dalam menunjang kesembuhan pada penderita serta tidak lupa di se jalankan dengan pendekatan agama.

“Kadang keluarga sering kali sudah menyerah dan pesimis dengan mengatakan sudah tidak bisa lagi di obati, itu salah, bahkan dari perhatian keluarga itulah yang membuat penderita bisa sembuh seperti normal kembali, dan itu memang butuh kesabaran yang ekstra,” Ujarnya.

Ia berpesan untuk selalu menjaga diri, terapkan pola hidup sehat, mendekatkan diri kepada tuhan dan jauhi perilaku buruk.

Saat ini obat untuk penderita ODGJ bisa di dapatkan di seluruh rumah sakit yang ada di Kepulauan Riau.

“Obatnya gratis, syaratnya harus asa BPJS saja,” Ungkapnya. (Rik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Pasien Datang ke IGD RSUD Tanjungpinang, Keluarga Sebut Ditolak, Direktur Buka Suara

16 September 2026 - 19:58 WIB

Pasien Datang ke IGD RSUD Tanjungpinang, Keluarga Sebut Ditolak, Direktur Buka Suara

Kabut Asap Memburuk, Pemprov Kepri Berlakukan Belajar dari Rumah untuk SMA, SMK dan SLB

14 September 2026 - 20:26 WIB

Kabut Asap Memburuk, Pemprov Kepri Berlakukan Belajar dari Rumah untuk SMA, SMK dan SLB

Kualitas Udara Tak Sehat, Disdik Kepri Berlakukan Sekolah Daring untuk SMA-SMK di Tanjungpinang

14 September 2026 - 18:55 WIB

Kualitas Udara Tak Sehat, Disdik Kepri Berlakukan Sekolah Daring untuk SMA-SMK di Tanjungpinang

Bukan Sekadar Pesta, Warga Kijang Lama Buktikan Kekompakan di Malam Puncak HUT RI ke-81

13 September 2026 - 18:24 WIB

Bukan Sekadar Pesta, Warga Kijang Lama Buktikan Kekompakan di Malam Puncak HUT RI ke-81

PBG Belum Terbit, PUPR Minta Dihentikan, Mengapa Satpol PP Belum Bertindak? TIDAR Desak Wali Kota Copot Plt Kasatpol PP

10 September 2026 - 13:10 WIB

PBG Belum Terbit, PUPR Minta Dihentikan, Mengapa Satpol PP Belum Bertindak? TIDAR Desak Wali Kota Copot Plt Kasatpol PP
Trending di Tanjungpinang