KEPRI INFO – Alamsyah Nasution resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kota Tanjungpinang periode 2026–2030.
Penetapan tersebut dilakukan oleh POBSI Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) setelah ketua umum terpilih hasil Musyawarah Kota (Muskot), Rizki, mengundurkan diri sehari usai pelaksanaan Muskot.
Keputusan itu diambil melalui rapat pleno POBSI Kepri yang digelar di Kota Batam pada 1 Agustus 2026, setelah pengurus provinsi menerima surat pengunduran diri Rizki yang juga ditembuskan kepada KONI Kota Tanjungpinang.
Sebelumnya, Muskot POBSI Kota Tanjungpinang berlangsung pada 28 Juli 2026 di Aula Kantor KONI Kota Tanjungpinang dan diikuti 11 klub serta pemilik rumah biliar yang memiliki hak suara.
Musyawarah dipimpin Salman Ahmad dari jajaran pengurus POBSI Kepri. Dalam pemungutan suara, Rizki memperoleh enam suara, unggul tipis atas Alamsyah yang meraih lima suara dari total 11 suara sah.
Namun, sehari setelah ditetapkan sebagai ketua umum terpilih, Rizki mengundurkan diri. Dalam surat pengunduran dirinya, ia menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil karena adanya kendala yang tidak dapat dijelaskan secara rinci.
Menindaklanjuti hal tersebut, POBSI Kepri menggelar rapat pleno untuk menentukan keberlanjutan kepengurusan POBSI Kota Tanjungpinang.
Rapat lanjutan yang dihadiri jajaran pengurus inti di Sekretariat POBSI Kepri, Orchard Office Hall Lantai 2 Hotel 89, Penuin, Batam, akhirnya menetapkan Alamsyah sebagai Ketua Umum POBSI Kota Tanjungpinang.
Ketua Umum POBSI Kepri, Dicky Indramulyawan, mengatakan penetapan Alamsyah dilakukan dengan mempertimbangkan hasil Muskot, di mana Alamsyah merupakan peraih suara terbanyak kedua.
“Alhamdulillah, POBSI Kepri telah memutuskan Alamsyah sebagai Ketua Umum POBSI Kota Tanjungpinang. Langkah ini diambil untuk memastikan POBSI Kota Tanjungpinang dapat mengikuti multievent Porprov Kepri yang akan diselenggarakan di Kota Tanjungpinang pada November 2026 mendatang,” ujar Dicky.
Ia menambahkan, keputusan tersebut juga telah dikoordinasikan dengan KONI Kota Tanjungpinang. Menurutnya, kepengurusan baru harus segera bekerja agar pembinaan atlet tetap berjalan dan persiapan menuju Porprov Kepri 2026 dapat dilakukan secara maksimal.
Dicky berharap seluruh pihak dapat menerima keputusan tersebut dan bersama-sama membangun organisasi demi meningkatkan prestasi olahraga biliar di Kota Tanjungpinang.
Sementara itu, Alamsyah menyatakan siap mengemban amanah sebagai Ketua Umum POBSI Kota Tanjungpinang hingga 2030.
Ia berkomitmen menjadikan organisasi lebih profesional serta menjadi wadah pembinaan bagi atlet dan pecinta olahraga biliar di Kota Gurindam.
“Dengan dukungan seluruh pengurus, saya optimistis POBSI dapat menjadi wadah dan fasilitator bagi para pecinta biliar serta atlet-atlet kita di Kota Tanjungpinang. Kami ingin olahraga biliar mampu mengharumkan nama daerah, baik di tingkat nasional maupun internasional,” kata Alamsyah.
Sebagai langkah awal, Alamsyah menargetkan penyelenggaraan kompetisi atau liga biliar antar-sekolah di Kota Tanjungpinang sebagai bagian dari upaya pembinaan atlet usia dini.
“Kompetisi ini kami targetkan dapat segera terlaksana dalam waktu dekat. Kami akan terus berupaya memajukan olahraga biliar di Tanjungpinang,” ujarnya.
Dengan telah ditetapkannya Alamsyah sebagai Ketua Umum POBSI Kota Tanjungpinang, organisasi kini diharapkan dapat segera bergerak mempersiapkan atlet, memperkuat sistem pembinaan, serta meraih prestasi pada ajang Porprov Kepri 2026 yang akan berlangsung di Kota Tanjungpinang.
Penulis: Darul
Redaktur: Eb







