TANJUNGPINANG, Kepri.info– Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menargetkan penurunan angka stunting hingga 14 persen.
Kepala Dinkes Kepri, Bisri, menyampaikan bahwa pihaknya akan memperkuat berbagai upaya sensitif untuk menekan kasus stunting pada tahun ini hingga tahun mendatang.
“Kami akan menggerakkan seluruh sektor terkait untuk meningkatkan kesejahteraan ibu hamil,” ujarnya saat diwawancarai awak media.
Ia menjelaskan, capaian penanganan stunting di Kepri tahun ini berada di angka 15 persen.
“Kita berada di peringkat tiga terbaik secara nasional, setelah Bali dan Jawa Timur,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa Dinkes harus memastikan setiap ibu hamil memperoleh asupan gizi yang memadai.
“Tujuannya agar bayi yang dikandung tetap sehat, dan ibu hamil dapat menjaga berat badannya,” jelasnya.
Menurutnya, bayi berusia 1 hingga 5 bulan juga menjadi fokus perhatian karena pada usia tersebut kebutuhan gizinya perlu dipenuhi secara optimal.
“Agar pertumbuhan mereka tidak terganggu, kita harus memastikan pemenuhan nutrisi terbaik,” jelasnya.
Ia menyoroti beberapa daerah yang masih mencatat angka stunting cukup tinggi, yakni Kabupaten Natuna, Karimun, dan Lingga.
“Sementara itu Kabupaten Bintan menjadi yang terbaik karena mampu menurunkan angka stunting dari 18 persen menjadi 14 persen,” tambahnya.
Ia optimistis, bila semua sektor bekerja bersama, capaian penurunan stunting di Kepri dapat melampaui rata-rata nasional.
“Kita menargetkan tahun depan angkanya bisa di bawah 14 persen. Ada banyak program yang mendukung, termasuk MBG,” tutupnya. (Nzl)
Reporter: Nuzli Rhamadhani
Redaktur: Jendaras Karloan








