Kepri.info, TANJUNGPINANG–Upaya perkuat sinergi antara Pemerintah Daerah dan TNI dalam mendukung ketahanan pangan serta pemberdayaan lahan di wilayah Kepulauan Riau, Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, S.H., melakukan kunjungan ke kawasan perkebunan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Kogabwilhan I) di Sei Ungar, Dompak, Senin (26/1).
Lis dalam kesempatan itu mengapresiasi atas peran aktif Kogabwilhan I dalam mengembangkan sektor pertanian di wilayah kepulauan. Menurutnya, pemanfaatan lahan yang dilakukan tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.
“Langkah yang dilakukan Kogabwilhan I ini sangat strategis. Selain memperkuat ketahanan pangan, kegiatan pertanian juga membuka peluang pemberdayaan masyarakat dan menjaga keberlanjutan lingkungan. Pemerintah Kota Tanjungpinang tentu mendukung penuh upaya seperti ini,” ujarnya.
Ditambahkannya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan TNI menjadi kekuatan penting dalam menjawab tantangan ketersediaan pangan di wilayah kepulauan. Ia berharap model pengelolaan lahan pertanian yang dikembangkan Kogabwilhan I dapat menjadi contoh dan direplikasi di wilayah lain.
“Sinergi seperti ini harus terus diperkuat. Dengan kolaborasi yang baik, kita tidak hanya menjaga ketersediaan pangan, tetapi juga mendorong kemandirian dan ketahanan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I, Letnan Jenderal TNI Kunto Arief Wibowo, S.I.P., menjelaskan bahwa pengembangan pertanian di wilayah operasional Kogabwilhan I merupakan bagian dari kontribusi TNI dalam menjaga stabilitas wilayah sekaligus memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Letjen TNI Kunto Arief Wibowo menuturkan, Kogabwilhan I secara aktif mendorong produksi pertanian lokal di wilayah kepulauan guna mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah. Hal tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan seperti pembukaan lahan pertanian, panen raya, serta penguatan ketahanan pangan di sejumlah wilayah, termasuk Sei Ungar, Pulau Dompak, dan Kabupaten Bintan. Selain itu, Kogabwilhan I juga mengembangkan program agrowisata yang mengintegrasikan sektor pertanian dengan pelestarian lingkungan, di antaranya melalui pelepasan bibit ikan seperti lele, nila, dan gurame, serta pelepasan burung di kawasan lahan pertanian. Upaya pemberdayaan lahan bersama kelompok tani terus dilakukan untuk memperkuat ekosistem pertanian yang berkelanjutan.
Ia juga menegaskan bahwa ketahanan pangan ke depan harus diarahkan pada kemandirian dan kedaulatan pangan, dengan memanfaatkan teknologi serta didukung peta jalan yang jelas dan berkelanjutan.
“Kami menekankan bahwa ketahanan pangan harus berlanjut pada kemandirian dan kedaulatan pangan, dengan dukungan teknologi serta peta jalan yang terukur dan berkelanjutan,” tegasnya.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata peran Kogabwilhan I yang tidak hanya fokus pada tugas pertahanan wilayah, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap penguatan ekonomi dan pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat di daerah. (Rls)
Penulis: Eb
Redaktur: An








