Menu

Mode Gelap

Bintan

Mahasiswa: Apa Untungnya Negara Dengan Masuknya Mobil Mewah

badge-check


					Salah satu mahasiswa PMII Tanjungpinang,Saat Menyampaikan Orasi
Foto: Jho Perbesar

Salah satu mahasiswa PMII Tanjungpinang,Saat Menyampaikan Orasi Foto: Jho

Mahasiswa: Apa Untungnya Negara Dengan Masuknya Mobil Mewah

Salah satu mahasiswa PMII Tanjungpinang,Saat Menyampaikan Orasi
Foto: Jho

Tanjungpinang, Kepri.Info – Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tanjungpinang-Bintan, menggelar aksi unjuk rasa, didepan kantor bea cukai Tanjungpinang.

Pandi Ahmad, selaku koordinator aksi, dalam orasinya mempertanyakan, keuntungan negara dengan masuknya mobil mewah sebanyak 3.442 unit, di perairan Lobam kepada Bea Cukai Tanjungpinang.

“Kita juga meminta kepada pihak Bea Cukai untuk membuka secara transparan berapa pendapatan negara dengan adanya kegiatan mobil mewah tersebut,” ungkapnya

Selain itu, ia meminta kepada penegak hukum dalam hal ini pihak kepolisian dan kejaksaan untuk mengusut tuntas permasalahan tersebut, karena pihaknya menilai ada unsur pelanggaran hukum yang terjadi.

“Kita tidak ingin negara ini di perjual belikan oleh oknum atau sekelompok orang yang ingin memenuhi keinginan dan keuntungan sendiri.

Pihaknya meminta agar, pejabat negara yang terindikasi bermain agar dicopot dari jabatannya.

Sementara Humas Bea Cukai Tanjungpinang Oka Setiawan mengklaim, bahwa aktivitas pembongkaran mobil mewah yang terjadi di perairan Lobam Kabupaten Bintan, tidak ada permasalahan.

“Ribuan mobil mewah itu berasal dari Jerman dengan tujuan Australia, berhenti di perairan Lobam hanya untuk membersihkan mobil-mobil dan kapal, karena infonya disinyalir ada kutu di mobil-mobil itu”.

Terkait pertanyaan mahasiswa apa keuntungan dan pemasukan bagi negara, Oka menjelaskan tentunya banyak sepeti biaya labuh, tambat dan dari sucofindo yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Kita kurang tahu berapa keuntungan yang didapatkan sucofindo, tapi yang jelas itu pasti ada hitung-hitungannya yang akan masuk ke negara,” katanya.

Diketahui bahwa aksi mahasiswa ini menyikapi permasalahan yang terjadi di Kawasan Industri Bintan (KIB) Lobam dan Bintan Offsore Marine Center (BOMC) pada hari Sabtu tanggal 23 Desember 2018 yang mana sebanyak 3.442 mobil mewah masuk di pelabuhan kawasan Lomba.

Penulis: Jho
Editor: Moh Dan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Top 5 Realisasi Investasi PMA di Kepri Periode Januari hingga Maret 2026

8 Mei 2026 - 20:00 WIB

Top 5 Realisasi Investasi PMA di Provinsi Kepulauan Riau, Periode Januari-Maret 2026.

Kepulauan Riau dan Kepulauan Meranti Jalin Kerja Sama Strategis Antar Daerah

8 Mei 2026 - 18:18 WIB

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti resmi melaksanakan Penandatanganan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerja Sama di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Jumat (08/05).

Gubernur Ansar Sambut Menteri Besar Kelantan di Pulau Penyengat, Perkuat Ikatan Melayu dan Nilai Keislaman

8 Mei 2026 - 09:04 WIB

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menerima kunjungan silaturahmi Menteri Besar Kelantan, Malaysia, Yang Amat Berhormat (YAB) Dato’ Panglima Perang Ustaz Dato’ Haji Mohd Nassuruddin bin Haji Daud di Pulau Penyengat, Kamis (07/05).

DPMPTSP Kepri: Realisasi Investasi Batam Mencapai 17,47 Triliun Pada Periode Januari Hingga Maret 2026.

7 Mei 2026 - 17:19 WIB

Realisasi Investasi 7 Kabupaten dan Kota di Kepri pada Periode Januari-Maret 2026

Pemuda Muhammadiyah Diskusikan RUU Wilayah Kepulauan Bersama Ismeth Abdullah

6 Mei 2026 - 21:29 WIB

Pengurus wilayah pemuda Muhammadiyah (PWPM) Provinsi Kepulauan Riau,bersama Anggota Dewan perwakilan daerah (DPD) RI dari Dapil Kepri, Ismeth Abdullah melaksanakan diskusi terkait rancangan Undang - Undang (RUU) Wilayah Kepulauan, pada hari ini, Rabu Pagi (6/5/2026), di Cafe Oerang Roemah, jalan WR Supratman, Km.12, Kota Tanjungpinang.
Trending di Kepri