Menu

Mode Gelap

Kepri

Pemerintah Coret Ojol dari Daftar Penerima BBM Bersubsidi, Ojol Tanjungpinang Protes

badge-check


					Pengemudi ojol di tanjungpinang sedang menunggu orderan, Rabu (04/12/2024)-Hendrik Perbesar

Pengemudi ojol di tanjungpinang sedang menunggu orderan, Rabu (04/12/2024)-Hendrik

TANJUNGPINANG,Kepri.info – Pemerintah mencoret daftar list penerimaan Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi bagi pekerja ojek online (ojol).

Pernyataan itu langsung disampaikan oleh Menteri Energi Sumberdaya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang menyampaikan bahwa ojol tidak termasuk kriteria konsumen penerima BBB Bersubsidi.

Bahlil menganggap bahwa driver ojol merupakan bagian dari usaha sektor swasta yang tak harus disubsidi oleh pemerintah, terlebih kendaraan yang dimiliki driver disediakan oleh perusahaan.

Menanggapi hal tersebut, driver ojol di Tanjungpinang, Kepulauan Riau mengecam keras pernyataan dari mantan Menteri Investasi itu.

Pay pengemudi ojol di Tanjungpinang menilai apa yang disampaikan bahlil adalah pernyataan yang keliru dan harus di koreksi.

Menurut Ketua Komunitas Bersama Gotong Royong Tanjungpinang ini, Bahlil tidak mengerti dan tak memahami bahwa ojol merupakan pekerjaan yang penghasilannya jauh di bawah rata rata penghasilan masyarakat pada umumnya.

Bahkan ia meminta Bahlil untuk mundur dari jabatan yang di emban, karena tak memahami permasalahan ekonomi masyarakat yang sesungguhnya.

“Bahlil itu tidak tau apa apa, dia tidak pernah terjun langsung menemui masyarakat, terkhusus kami para driver yang ada di seluruh Indonesia, betapa mirisnya kalau dilihat pekerja ojol saat ini,” ungkap Jay.

Jay mengatakan sektor UMKM merasa terbantukan berkat adanya ojol online ini sebagai perantara antara konsumen dan pelaku usaha menengah, sehingga sudah selayaknya para driver online juga mendapatkan hidup sejahtera.

Dia menolak jika driver ojol sejahtera karena punya pendapatan yang fantastis serta mempunyai kendaraan yang mahal dan baru.

“Kendaraan baru dan bagus itu merupakan tuntutan dari perusahaan, perusahaan gak mau terima driver kalau spesifikasi kendaraannya di tahun 2000, maka kami mau tak mau harus kredit motor,” jelasnya.

“Kalau dibilang menyusahkan ya susah, tapi mau bagaimana lagi, kita punya keluarga yang harus dihidupi,” tambahnya.

Ojol lainnya bernama Jay, mengatakan hal yang sama, dia berharap pemerintah punya solusi kebijakan yang pro rakyat dan bukan malah sebaliknya.

“Kami ini tidak sejahtera juga, masih jauh dari harapan, jadi harus betul betul dalam membuat kebijakan agar masyarakatnya sejahtera,” imbuhnya. (Rik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Relokasi UMKM Kawasan Gurindam 12 demi Kenyamanan dan Keindahan Kota, PPKTL Minta Pedagang Patuhi Kebijakan Pemerintah

24 Juni 2026 - 19:18 WIB

Desain penataan kawasan Gurindam 12 Kota Tanjungpinang

BNPT Dukung Penguatan Sistem Keamanan Pembangkit Listrik di Kepri, Wagub Nyanyang: Objek Vital Nasional Harus Terlindungi dari Ancaman Terorisme

24 Juni 2026 - 15:53 WIB

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus memperkuat upaya pencegahan tindak pidana terorisme melalui peningkatan sistem pengamanan pada objek vital nasional. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui asesmen sistem pengamanan yang dilakukan di PT PLN Indonesia Power Tanjungpinang, Selasa (23/6/2026).

Kepri Targetkan Tujuh Sekolah Rakyat untuk Perluas Akses Pendidikan

23 Juni 2026 - 15:34 WIB

Wagub Kepri dan Kepala BNPT RI Tinjau Calon Lokasi Sekolah Rakyat di Dompak

Pemprov Kepri Raih Opini WTP Ke-16 Berturut-turut, Bukti Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel

22 Juni 2026 - 19:58 WIB

Pemprov Kepri Raih Opini WTP Ke-16 Berturut-turut, Bukti Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel

Dukungan Menguat, Pembangunan Museum dan Monumen Bahasa di Penyengat Segera Dimulai

21 Juni 2026 - 15:25 WIB

Di sela pelaksanaan Penyengat Heritage 2026 di Balai Adat Pulau Penyengat, Sabtu (20/6), Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura menerima langsung dokumen dukungan pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional Indonesia dari tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat Pulau Penyengat.
Trending di Kepri