KEPRI.INFO–Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau resmi membuka Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Angkatan XXIV dan XXV Tahun 2026 di Gedung BPMP Ceruk Ijuk, Bintan, Kamis (23/4).
Kegiatan ini menjadi langkah awal pembentukan karakter dan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional dan berintegritas.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kepri, Ani Lindawaty, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Latsar CPNS tahun ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN serta regulasi pendukung lainnya dari Lembaga Administrasi Negara (LAN).
“Pelatihan ini dilaksanakan mulai 5 Januari hingga 9 Juni 2026 dengan metode blended learning, yaitu kombinasi pembelajaran klasikal dan non-klasikal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, total peserta Latsar CPNS tahun ini mencapai 571 orang, yang berasal dari berbagai instansi di wilayah Kepulauan Riau.
Rinciannya, Pemerintah Provinsi Kepri sebanyak 84 orang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) 47 orang, Kota Tanjungpinang 1 orang, Kabupaten Bintan 41 orang, Kabupaten Karimun 97 orang, Kabupaten Lingga 163 orang, Kabupaten Natuna 17 orang, serta Kabupaten Kepulauan Anambas sebanyak 121 orang.
“Pelaksanaan kegiatan ini telah difasilitasi di seluruh kabupaten/kota, kecuali Batam, dan diikuti juga oleh instansi vertikal seperti KPU,” tambahnya.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, Luki Zaiman Prawira, yang hadir mewakili Gubernur Kepri, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjadikan Latsar sebagai fondasi awal dalam membangun karier sebagai ASN.
“Ini adalah titik awal bagi saudara-saudara dalam meniti karier sebagai aparatur negara. Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk memahami tugas dan tanggung jawab sebagai ASN,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan para CPNS agar tidak merasa lebih tinggi dibandingkan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), melainkan harus menunjukkan kinerja, integritas, dan dedikasi yang lebih baik.
“Jangan sampai kinerja PNS justru lebih rendah dari PPPK. Tunjukkan profesionalisme dan kompetensi melalui kerja nyata,” ujarnya.
Selain itu, Luki menekankan pentingnya memahami tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dalam setiap jabatan. Menurutnya, pemahaman yang baik terhadap tupoksi menjadi dasar utama dalam pelaksanaan tugas pemerintahan.
“Setiap ASN wajib mengetahui dan memahami tugasnya. Tidak boleh bekerja tanpa arah yang jelas,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan pemerintahan ke depan semakin kompleks, sehingga dibutuhkan kerja sama tim yang solid serta dedikasi tinggi dalam melayani masyarakat.
“Pemerintahan tidak hanya soal pelayanan administratif, tetapi mencakup seluruh aspek kehidupan masyarakat, mulai dari ekonomi, sosial, hingga lingkungan,” tambahnya.
Acara pembukaan Latsar CPNS ditandai secara simbolis dengan pengalungan tanda peserta kepada perwakilan CPNS, sebagai tanda dimulainya rangkaian pelatihan dasar tahun 2026.
Turut hadir Pejabat Fungsional Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah (P2UPD) Ahli Utama Adi Prihantara, dan Lamidi, Kepala BKD dan Korpri Yenni Trisila dan Isabella, Kepala Biro Organisasi Syakyakirti, serta beberapa Pejabat Widyaiswara Kepri. (*)
Redaktur: Eb








