Menu

Mode Gelap

Kepri

Pendapatan Pelindo Tanjungpinang dari Tarif Pelabuhan Jadi Sorotan

badge-check


					Saat diskusi terkait kebijakan kenaikan pas masuk oleh Pelindo Tanjungpinang, Sabtu (25/1/2025)-Hendrik Perbesar

Saat diskusi terkait kebijakan kenaikan pas masuk oleh Pelindo Tanjungpinang, Sabtu (25/1/2025)-Hendrik

TANJUNGPINANG,Kepri.info – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang, Ade Angga, mengungkapkan bahwa Pelindo Tanjungpinang meraih keuntungan signifikan dari tarif pas pelabuhan Sri Bintan Pura.

Hal tersebut diutarakannya dalam diskusi terkait kebijakan kenaikan tarif pas masuk yang diadakan oleh Muhammadiyah Kepri dan KAHMI Kepri di Sekretariat HMI Tanjungpinang, Sabtu (25/1/2025).

Dalam diskusi tersebut, Ade Angga memaparkan data manifest jumlah penumpang per Desember 2024 yang menunjukkan angka bervariasi antara 2.500 hingga 5.000 penumpang keluar masuk pelabuhan setiap harinya.

Berdasarkan perhitungannya, jika Pelindo memungut Rp 500 per penumpang, pendapatan bulanan bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah hanya dari tarif pas masuk.

“Belum lagi pendapatan dari sektor lain di pelabuhan yang juga menjadi sumber pemasukan bagi Pelindo Tanjungpinang,” tambah Ade Angga.

Namun, ia menyoroti bahwa meskipun pendapatan besar, tidak ada kontribusi langsung ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tanjungpinang hingga saat ini.

Ia juga membandingkan pembagian hasil antara Pelindo dan Pemerintah Kota Tanjungpinang yang dinilai sangat kecil dan hanya masuk ke kas Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“PAD kita tidak pernah mendapat bagian dari Pelindo, sedangkan BUMD justru semakin hari terbebani oleh biaya,” ucapnya.

Ia juga mempertanyakan pernyataan General Manager Pelindo Tanjungpinang, Tony Hendra Cahyadi, yang menyebutkan kerugian Pelindo meski sektor pelabuhan kargo memberikan pemasukan yang fantastis.

Menurutnya, lokasi pelabuhan kargo yang berada di Kijang menjadi alasan Tanjungpinang tidak mendapatkan PAD dari sektor tersebut.

Sementara itu, Tony Hendra Cahyadi menjelaskan bahwa kenaikan tarif pas pelabuhan merupakan bagian dari pembenahan infrastruktur di Pelabuhan Sri Bintan Pura.

Ia mengungkapkan bahwa sejak 2017 hingga akhir 2024, tarif yang berlaku tetap sama, sehingga evaluasi dan kenaikan dianggap perlu.

“Selama lima tahun terakhir, terminal Sri Bintan Pura mengalami beban biaya keuangan yang melebihi pendapatan dari tarif terminal,” jelasnya.

Kebijakan ini memunculkan berbagai reaksi, baik dari masyarakat maupun pemerintah setempat.

Isu mengenai transparansi pendapatan Pelindo dan kontribusinya terhadap PAD Kota Tanjungpinang masih menjadi bahan diskusi yang hangat.(Rik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Festival Kopi Merdeka, Dari Budaya Ngopi Jadi Magnet Pariwisata Kepri

24 Agustus 2026 - 12:50 WIB

Penampilan artis ibukota pada puncak Perayaan Festival Kopi Merdeka 2026

TIDAR dan GERAM Pertanyakan Konsistensi Satpol PP Tanjungpinang “Ada Apa dengan Mie Gacoan?”

20 Agustus 2026 - 14:36 WIB

Sorotan Ketua Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Kota Tanjungpinang, Agus Ariansyah, dan Ketua Umum DPP Generasi Anak Melayu (GERAM) Kepri, Aryandi Terkait Penangan kedua Bangunan di Kota Tanjungpinang, Kamis (20/08)

Kemarau Melanda, Polsek Tanjungpinang Kota Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Kampung Bugis

18 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Kapolsek Tanjungpinang Kota IPTU Freddy Simanjuntak, S.H., bersama personel bersama Personilnya membagikan air bersih kepada Warga, Selasa (18/08)

Kapolresta Tanjungpinang Hadiri Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI

17 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Kapolresta Tanjungpinang Hadiri Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Refleksi Kemerdekaan, Prof Abdul Malik: Generasi Muda Kepri Harus Hayati Perjuangan dan Manfaatkan Peluang Pendidikan

16 Agustus 2026 - 16:28 WIB

Refleksi Kemerdekaan, Prof Abdul Malik: Generasi Muda Kepri Harus Hayati Perjuangan dan Manfaatkan Peluang Pendidikan
Trending di Kepri