KEPRI.INFO- Perairan Kepulauan Riau menunjukkan variasi kondisi gelombang signifikan minggu ini, dengan beberapa area memerlukan kewaspadaan ekstra. Prakiraan kondisi perairan Kepri secara umum mengindikasikan gelombang rendah hingga sedang di berbagai wilayah.
Perairan Batam dan Bintan, termasuk Tanjung Pinang, diprediksi memiliki tinggi gelombang rendah antara 0,5 hingga 1,25 meter. Arus di area ini stabil bergerak dari Timur Laut ke Barat Daya, disertai potensi hujan ringan hingga sedang pada pagi dan siang hari.
Kondisi lebih tenang terlihat di perairan Karimun dan Selat Panjang, dengan tinggi gelombang sangat rendah berkisar 0,1 sampai 0,5 meter. Ketenangan ini disebabkan oleh perlindungan dari pulau-pulau besar di sekitarnya.
Perairan Lingga dan Singkep diperkirakan memiliki tinggi gelombang antara 0,5 hingga 1,25 meter, memerlukan kewaspadaan ekstra. Awan Cumulonimbus atau awan gelap pekat berpotensi meningkatkan tinggi gelombang secara mendadak di wilayah ini.
Perhatian khusus harus diberikan pada area utara Kepri, yaitu Natuna dan Anambas, di mana tinggi gelombang dapat mencapai kategori sedang. Angka ini berkisar antara 1,25 hingga 2,50 meter, menandakan kondisi perairan yang lebih dinamis.
Angin kencang dari arah Utara-Timur Laut masih dominan di Natuna dan Anambas, sangat memengaruhi pelayaran. Kondisi ini seringkali berdampak pada rute dari Batam atau Bintan menuju Natuna.
Sebagai tambahan, peringatan keselamatan lokal dikeluarkan bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar Tanjung Pinang dan pulau-pulau sekitarnya. Informasi ini penting untuk memastikan kelancaran dan keamanan kegiatan maritim.
Transportasi ferry rute Batam-Tanjung Pinang umumnya aman, namun kewaspadaan tetap diperlukan. Pengguna jasa ferry harus waspada terhadap arus pasang surut di perairan sempit serta jarak pandang yang buruk saat hujan lebat.
Bagi nelayan, penting untuk mewaspadai peningkatan kecepatan angin yang dapat sewaktu-waktu melebihi 15 knot. Kondisi ini sangat berisiko, terutama di perairan terbuka yang berhadapan langsung dengan Laut Cina Selatan.
Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa jadwal pasang surut di pelabuhan lokal, seperti Sri Bintan Pura. Langkah ini krusial bagi mereka yang berencana melakukan bongkar muat atau perjalanan dengan kapal kecil, berlaku mulai (09/03).
Redaktur: Wae
Source: bmkg.go.id








