KEPRI.INFO- Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, memastikan infrastruktur angkutan mudik Lebaran serta ketersediaan pangan di Kepri aman dan terkendali. Wagub Nyanyang pastikan mudik lancar serta stok beras terjamin hingga tiga bulan ke depan, memberikan ketenangan bagi masyarakat.
Pernyataan ini disampaikan Wagub Nyanyang usai memantau dan mengawasi langsung tiga lokasi vital di Pulau Bintan pada Jumat (13/3). Lokasi tersebut meliputi Pelabuhan Sri Bintan Pura, Gudang Bulog Tanjungpinang, serta Pelabuhan RoRo Tanjung Uban.
Dalam peninjauannya, Wagub Nyanyang menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah daerah adalah menjamin kelancaran masyarakat saat pulang kampung. Hal ini bertujuan agar perjalanan pemudik berjalan mudah dan lancar, sesuai tema mudik tahun ini.
“Pengawasan fokusnya ini kita biar lancar, biar mudah, jadi perjalanan lancar, di rumah juga bahagia, sesuai tema mudik tahun ini,” ujar Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura.
Untuk mengurangi kepadatan dan mencegah penumpukan penumpang di pelabuhan, sistem pembelian tiket kini tersedia secara daring. Hal ini memungkinkan penumpang untuk tidak lagi mengantre panjang saat akan melakukan perjalanan.
Jadwal keberangkatan pesawat, kapal feri, dan speedboat juga telah disesuaikan di berbagai pelabuhan dan bandara. Penyesuaian ini berlaku di Batam, Tanjungpinang, serta Tanjung Uban, demi kelancaran arus penumpang.
Wagub Nyanyang menyoroti peningkatan kualitas layanan pelabuhan, salah satunya ketertiban layanan porter yang kini diatur sesuai antrean. Hal ini menghilangkan aksi rebutan barang, menciptakan suasana yang lebih teratur bagi penumpang.
Meskipun demikian, ia mengimbau para pemudik untuk membawa barang bawaan secukupnya sesuai kebutuhan. Selain itu, pemudik juga diminta selalu menjaga keselamatan agar perjalanan berangkat hingga pulang berjalan kondusif.
“Kelancaran arus mudik ini tidak lepas dari sinergi lintas sektoral,” kata Wagub Nyanyang Haris Pratamura. Sinergi ini terwujud melalui koordinasi dalam Operasi Ketupat/Seligi yang melibatkan berbagai pihak.
Pemerintah daerah bersama Dinas Perhubungan telah merapatkan barisan dengan Basarnas, TNI, Polri, KSOP, Karantina, hingga pihak Imigrasi. Kolaborasi ini bertujuan menjamin kelancaran dan keamanan arus mudik.
Selain meninjau kesiapan transportasi mudik, Wagub Nyanyang juga turun langsung ke Gudang Bulog Tanjungpinang. Kunjungan ini bertujuan memastikan ketersediaan pangan jelang hari raya bagi masyarakat Kepri.
Ia membawa kabar baik bahwa ketersediaan beras di Kepulauan Riau sangat aman hingga tiga bulan ke depan. Hal ini diharapkan dapat menenangkan masyarakat menjelang perayaan Lebaran.
Saat ini, terdapat 120 ton beras SPHP dan 2.100 ton beras lainnya yang sedang dipersiapkan untuk mencukupi kebutuhan masyarakat. Jumlah ini dipastikan cukup untuk memenuhi konsumsi warga Kepri dalam waktu yang lama.
“Masyarakat tidak perlu panik. Ini kita cukup 3 bulan ke depan,” tegas Wagub Nyanyang mengimbau masyarakat agar tidak khawatir.
Untuk memastikan kebutuhan pangan di daerah kepulauan tetap terpenuhi selama musim mudik, Wagub telah menginstruksikan. Pengiriman bahan pokok ke luar daerah tetap diprioritaskan bersamaan dengan keberangkatan armada mudik.
Wagub menilai konektivitas antarpulau dan antarprovinsi yang dilayani oleh Pelindo, BP Kawasan, dan ASDP (RoRo) sudah berjalan baik. Sistem operasional standar (SOP) yang diterapkan juga dinilai sangat baik tanpa adanya kendala.
Terkait stok minyak goreng yang mulai menipis, Wagub menyampaikan akan segera berkoordinasi dengan PT Sinergo Oil Nusantara. Koordinasi ini bertujuan menjamin kelancaran suplai minyak ke seluruh kabupaten/kota di Kepri.
Pemerintah Provinsi Kepri juga terus hadir membantu masyarakat menyambut Lebaran melalui Gerakan Pangan Murah. Program ini mendapatkan antusiasme tinggi dari warga terkait ketersediaan daging segar dan sembako murah.
Menanggapi tingginya antusiasme warga, Wagub menjelaskan bahwa Pemprov akan terus mendorong kelancaran penyaluran program tersebut. Hal ini dilakukan melalui Dinas Ketahanan Pangan, Disperindag, dan Diskop UMKM.
Upaya ini bertujuan agar kebutuhan konsumsi masyarakat dapat terserap dan terpenuhi secara merata. Dengan demikian, seluruh warga dapat menyambut Lebaran dengan tenang dan cukup pangan.(Rls)
Redaktur: YL








