Tanjungpinang, kepri.info – Hujan lebat di sertai petir yang terjadi subuh tadi di Tanjungpinang mengakibatkan beberapa lokasi kebanjiran
Kelapa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) melalui Perkirawan Vivi Putrima Ardah mengatakan, penyebab terjadinya hujan yang terjadi di hari kemarin hingga berlanjut sampai subuh dini hari tadi diakibatkan oleh adanya belokan angin di wilayah pulau bintan.
“Belokan angin itu menyebaban terjadinya perkumpulan massa udara yang mampu membentuk awan-awan konvektif sehingga menyebabkan hujan disertai petir,” ucapnya, Jumat (18/1).
Selain itu lanjutnya, hal tersebut juga didukung dengan adanya pusaran angin di wilayah sebelah barat kalimantan.
“Pusaran angin di barat Kalimantan juga mempengaruhi terjadinya hujan di sertai petir,” jelasnya.
Kondisi cuaca seperti ini kemungkinan akan terjadi beberapa hari kedepan terutama pada siang hari namun bersifat lokal.
Sementara kondisi angin, Vivi menjelaskan, untuk potensi terjadinya angin ribut tidak ada di wilayah Tanjungpinang meskipun kecepatan angin sedang kencang 5 – 35 km/jam.
Tinggi gelombang di perairan Kepri signifikan yakni perairan Tanjungpinang 0.2 – 1.3 m, Batam 0.2 – 1.3 m, Karimun 0.2 – 1.3 m, Bintan 0.2 – 2.5 m, Lingga 0.2 – 2.5 m, Anambas dan Natuna1.0 – 3.5 m.
Pengguna angkutan laut maupun berkegiatan di laut agar tetap waspada terhadap tingginya gelombang untuk saat-saat ini terutama di perairan utara Anambas dan Natuna.
“Masyarakat secara umum agar berwaspada jika terdapat awan cumulonobus (awan hitam pekat) karena dapat menyebabkan terjadinya perubahan cuaca secara tiba seperti hujan lebat yang disertai dengan petir,” pesannya.
(Jho)








