Menu

Mode Gelap

Kepri

PPATK: Ribuan Rekening Bank Swasta dan Pemerintah Diduga Terlibat Transaksi Judol

badge-check


					Suasana salah satu  kantor BCA di Tanjungpinang, Selasa (26/11/2024)-Hendrik Perbesar

Suasana salah satu kantor BCA di Tanjungpinang, Selasa (26/11/2024)-Hendrik

TANJUNGPINANG,Kepri.info – Laporan data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat perputaran transaksi judi online berpotensi mencapai Rp700 triliun dengan hasil transaksi pendapatan dan pengeluaran uang banyak menggunakan bank swasta dan bank milik pemerintah Indonesia.

Diantaranya seperti Bank BCA, Bank BRI, Bank BNI, Mandiri, Niaga, BSI.

Bank yang dominan dan paling banyak digunakan dalam transaksi yakni Bank BCA dengan jumlah 571 rekening dibawahnya terdapat 126 rekening bank BRI.

Selain itu, untuk bank peringkat ketiga dengan jumlah transaksi terafiliasi judol, berasal dari bank BNI dengan 58 rekening. Disusul bank Mandiri dengan jumlah 75 rekening, CIMB Niaga 24 rekening, BSI 12 rekening, Danamon 3 rekening.

Sementara bank lainnya, yakni Bank Mega, Sinarmas, Paninbank, Maybank dan Seabank aktivitas transaksi terkait judol masing-masing satu rekening.

Besarnya jumlah pembuatan rekening BCA pada transaksi judol, di tanggapi oleh otoritas Bank BCA Tanjungpinang.

Kepala Layanan Bank BCA Tanjungpinang, Yanto mengaku belum mendapati laporan dari kantor BCA pusat terkait pemblokiran rekening pada nasabahnya yang ada di Tanjungpinang.

Meskipun begitu, pihaknya terus berkoordinasi terkait pembuatan rekening yang tidak jelas dalam peruntukkannya.

“Sistem kami satu pintu dan terpusat, apabila ditemukan ada transaksi yang mencurigakan pada nasabah kami, pastinya kantor BCA pusat akan langsung memberitahu,” kata Yanto.

Dia menjelaskan, proses pembuatan rekening di seluruh bank sekarang sudah menggunakan sistem digitalisasi dan mudah tanpa harus perlu mendatangi bank.

Dengan begitu, menurutnya sangat sulit mengidentifikasi nasabah yang tidak jujur menggunakan rekening pribadinya.

“Nasabah bisa buat satu sampai dua rekening, dan kita tidak tau itu, dia hanya melampirkan KTP saja, karena itu syarat utamanya, jadi sulit kita mendeteksinya,” jelasnya.

Diketahui, kasus judi online (Judol) pada masyarakat menjadi perhatian khusus pemerintah Indonesia saat ini. Banyak warga negara yang menjadi korban dari permainan ketangkasan tersebut.

Bahkan, judol sendiri telah merambah masuk ke seluruh instansi pemerintah termasuk oknum anggota TNI dan Polri. (Rik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Gubernur Ansar Dorong Regenerasi saat Hadiri Musda V Partai Golkar Provinsi Kepulauan Riau

21 April 2026 - 20:32 WIB

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Golkar Provinsi Kepulauan Riau yang digelar di TCC Aston Tanjungpinang, Selasa (21/4). F-Kepri.info

Suparman Resmi Jabat Kalapas Kelas IIA Tanjungpinang, Untung Cahyo Sidharto Pindah Ke Lapas Curup

20 April 2026 - 17:45 WIB

Kanwil Ditjenpas Kepulauan Riau, Aris Munandar saat foto bersama Kalapas Kelas IIA Tanjungpinang, usai acara Sertijab Kepala Lapas IIA Tanjungpinang dari Untung Cahyo Sidharto kepada Suparman, Senin (20/04). F-Kepri.info

Halalbihalal bersama Keluarga Besar Kepri di Jabodetabek, Gubernur Ansar Paparkan Progres Pembangunan di Kepri

20 April 2026 - 16:51 WIB

Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri bersilaturahmi dengan Keluarga Besar Kepulauan Riau yang ada di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) dalam halalbihalal Idul Fitri 1447 H digelar di Novotel Mangga Dua Square Jakarta, Minggu (19/4/2026).

Pulau Penyengat, Jembatan Lintas Generasi Menuju Pariwisata Berkelanjutan 

19 April 2026 - 10:04 WIB

Wisatawan Mancanegara saat mengunjungi Pulau Penyengat, Minggu (19/04).F- Kominfo Kepri

Rida K Liamsi Jabat Ketua Umum Dewan Kebudayaan Kepri Periode 2026-2023

18 April 2026 - 14:14 WIB

Dewan Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau masa bakti 2026–2031. F-Kominfo Kepri
Trending di Kepri