KEPRI.INFO–Dugaan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun komersial fiktif terjadi di salah satu Kantor Unit BRI yang ada di Kota Tanjungpinang, Sabtu (14/02).
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, 51 nasabah fiktif menjadi korban dalam dugaan korupsi uang negara tersebut.
“Ada 51 Nasabah yang dipinjamkan namanya. Nilai pinjaman itu bervariasi, mulai dari 50-100 juta,”ujar sumber media ini.
Kejadian tersebut terjadi pada tahun 2024 hingga 2025. Dari masing-masing nasabah tersebut, pemilik nama hanya menerima persen dari pencarian tersebut.
“Itu hanya pinjam nama. Pemilik nama itu hanya terima 5-10 juta,”ujar sumber media ini.
Salah satu marketing BRI Unit Kota Bestari berinisial HS dipecat pada Januari 2026 lalu.
Pemecatan marketing berinisial HS tersebut terindikasi Fraud.
Apakah pemecatan marketing HS berkaitan dengan dugaan korupsi dana KUR ??
HS yang dikonfirmasi terkait kasus tersebut membantah jika dirinya terlibat dalam penyaluran dana KUR.
Kendati demikian, ia mengakui jika dirinya telah diberhentikan dengan alasan Fraud eksternal atau menerima sejumlah uang dari nasabah.
“Alasan saya di PHK, karena Fraud eksternal pak,”ujar HS.
HS mengaku, jika penyaluran KUR maupun komersial terjadi diproses oleh marketing di beberapa Unit.
Diantaranya BRI Batu 9, BRI Lancang Kuning, BRI Melayu Kota Piring.
Namum dalam prosesnya, pencairan dilakukan oleh Kantor Unit BRI Kota Bestari, karena zonasi nya masuk diwilayah batu 5.
HS mengaku, jika dirinya tidak mengetahui nasabah tersebut hanya pinjam pakai nama.
“Saya ketahui bahwa nasabah ini dipinjamkan namanya, setelah penyaluran kredit ini. Sehingga saya melaporkan kepada pimpinan,”ujarnya.
HS mengaku, jika dirinya telah mengembalikan sejumlah uang kepada BRI.
Akibat kejadian tersebut, sejumlah marketing dibeberapa unit pun dipecat. Hingga pimpinan dicopot, termasuk Kepala Unit Lancang Kuning.
Mantan Kepala Unit BRI Lancang Kuning, yang dikonfirmasi belum memberikan jawaban.
Begitupula dengan Kepala Unit BRI Kota Bestari yang dikonfirmasi belum memberikan tanggapan.
Sementara Kepala BRI cabang Tanjungpinang, Haris Hanafi Nasution belum dapat dikonfirmasi terkait kasus tersebut.
Awak media ini masih berupaya melakukan upaya konfirmasi kepada pimpinan BRI Cabang Tanjungpinang.
Part : 1
Redaktur: Eb








