KEPRI.INFO- Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bintan (Kemenag Bintan) secara aktif siagakan masjid ramah pemudik di 15 lokasi untuk mudik Idulfitri 1447 H. Program nasional ini diluncurkan serentak pada Rabu (11/03) di Masjid At Taubah, Mantrust – Toapaya Selatan.
Peluncuran program di Bintan dihadiri langsung oleh Kepala Kemenag Bintan, Camat Toapaya, dan Kepala Desa Toapaya Selatan. Turut hadir perwakilan Polsek Gunung Kijang, para Pejabat Pengawas, Kepala KUA, serta sejumlah undangan lainnya.
Kepala Kemenag Bintan, H. Abu Sufyan, menyampaikan pihaknya telah berkoordinasi dengan 15 pengurus masjid di berbagai wilayah Bintan.
Koordinasi ini bertujuan mendukung kelancaran siklus tahunan mudik lebaran Idulfitri 1447 H.
Masjid-masjid yang ditetapkan sebagai masjid ramah pemudik wajib melengkapi fasilitasnya dengan spanduk berlogo Masjid Ramah Pemudik 2026. Mereka juga harus membuka akses masjid selama 24 jam penuh.
Selain itu, pengelola masjid diwajibkan menjaga keamanan dan kebersihan lingkungan. Tersedianya area parkir yang nyaman juga menjadi prioritas utama untuk para pemudik.
DKM harus memastikan kebersihan toilet serta ketersediaan air wudhu selalu terjaga dengan baik. Fasilitas lain yang wajib ada meliputi pengisian daya baterai dan fasilitas ibadah.
Masjid juga wajib menyediakan area istirahat yang nyaman bagi para musafir. Sarana pusat informasi yang memadai dan ketersediaan air minum gratis juga menjadi bagian penting dari layanan ini.
Secara daring, Sekjen Kemenag RI, Kamaruddin Amin, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Program ini penting untuk menjadikan masjid bukan saja sebagai tempat ibadah semata.
Masjid juga harus berfungsi sosial sehingga pemudik merasa semakin aman dan nyaman selama perjalanan mereka. Hal ini akan menjadikan momentum Idulfitri lebih bermakna.
Masjid hendaknya menjadi tempat yang nyaman, terutama bagi para musafir yang sedang dalam perjalanan jauh. Momentum Idulfitri merupakan saat mudik dan balik menjadi semakin bermakna.
Kamaruddin Amin menilai, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kolaborasi antar instansi. Kerjasama tersebut melibatkan Polri, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Agama.
Sementara itu, program Ekspedisi Masjid Indonesia berkolaborasi dengan jaringan Elshinta untuk menyajikan informasi. Sajian ini ditujukan kepada pemudik agar tetap terinformasi selama perjalanan mereka.
Trisanti, Wakil Direktur Elshinta, menegaskan bahwa jaringan Elshinta siap menjadi media partner. Mereka akan mendukung kegiatan Ekspedisi Masjid Indonesia dan Masjid Ramah Pemudik 2026.(Rls)
Redaktur: YL








