KEPRI.INFO,JAKARTA — Suara mahasiswa kembali menggema di tengah keramaian aksi massa. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) membawa sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan kondisi sosial dan kebijakan pemerintah.
Dalam video yang beredar, terlihat massa mahasiswa mengenakan almamater berwarna kuning turun ke jalan sambil membawa sejumlah bendera dan menyampaikan aspirasi.
Aksi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah, mulai dari harga kebutuhan pokok, penanganan bencana hingga evaluasi terhadap sejumlah program pemerintah.
BEM UI menyuarakan tuntutan agar persoalan harga kebutuhan pokok menjadi perhatian pemerintah. Selain itu, penanganan bencana juga menjadi salah satu isu yang disoroti dalam aksi tersebut.
Mahasiswa menilai penanganan bencana harus terus dilakukan secara serius, sementara kebutuhan pokok masyarakat tetap harus dijaga agar tidak semakin membebani masyarakat.
“Penanganan bencana terus berjalan, harga kebutuhan pokok terus dijaga, dan program-program seperti MBG tetap dievaluasi untuk diperbaiki,” demikian pesan yang terlihat dalam video aksi tersebut.
Di tengah aksi, mahasiswa juga menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari proses demokrasi. Aspirasi yang disampaikan disebut sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi bangsa dan kebijakan yang dijalankan pemerintah.
“Kritik bukan berarti semuanya berhenti. Justru bisa menjadi dorongan untuk terus berbenah,” demikian pesan yang disampaikan dalam video.
Aksi tersebut memperlihatkan bahwa mahasiswa masih mengambil peran sebagai kelompok masyarakat yang aktif melakukan pengawasan sekaligus menyampaikan evaluasi terhadap jalannya pemerintahan.
Melalui aksi dan tuntutan yang disuarakan, mahasiswa berharap pemerintah tidak hanya mendengar aspirasi publik, tetapi juga melakukan evaluasi serta perbaikan terhadap program dan kebijakan yang dinilai masih memiliki sejumlah persoalan.
Redaktur: eb







