KEPRI.INFO,BINTAN – Kabut asap kembali menyelimuti Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.
Kondisi tersebut dilaporkan semakin parah hingga mulai dikeluhkan masyarakat karena menyebabkan mata terasa pedih saat beraktivitas di luar rumah.
Pemerintah Kecamatan Tambelan kini berencana berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk Puskesmas, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dan pihak sekolah, untuk membahas langkah yang perlu dilakukan menyikapi kondisi kabut asap tersebut.
Camat Tambelan, Asmawi, mengatakan kondisi kabut asap di wilayahnya semakin mengkhawatirkan. Keluhan dari masyarakat, khususnya terkait mata pedih, mulai bermunculan.
“Untuk ISPA memang belum ada, tetapi mata pedih bukan hanya dirasakan anak usia sekolah. Orang dewasa juga sudah merasakan hal yang sama,” ujar Asmawi, Sabtu (12/9/2026).
Menurutnya, pihak kecamatan akan menggelar rapat internal bersama pihak terkait untuk menentukan langkah selanjutnya. Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah mengalihkan aktivitas pembelajaran dari sekolah ke rumah.
“Kemungkinan sekolah akan dirumahkan dan aktivitas belajar dilakukan secara daring guna menghindari penyakit akibat kabut asap,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bintan, Rony Kartika, mengatakan Pemerintah Kabupaten Bintan terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Tambelan untuk memantau perkembangan kondisi kabut asap dan dampaknya terhadap masyarakat.
Terkait kemungkinan pembelajaran dilakukan secara daring, Rony menyebut kebijakan tersebut dapat dilakukan apabila hasil rapat di tingkat kecamatan menyatakan kondisi tidak memungkinkan bagi siswa untuk mengikuti pembelajaran secara tatap muka.
“Untuk aktivitas belajar secara daring, kita menunggu hasil rapat internal di Kecamatan Tambelan terlebih dahulu. Jika memang harus belajar dari rumah, tentu kita akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan,” ujarnya.
Selain mempertimbangkan aktivitas pembelajaran, Pemkab Bintan juga membuka opsi pendistribusian masker bagi masyarakat Tambelan yang masih harus beraktivitas di luar rumah.
Rony mengatakan pihaknya telah beberapa kali berdiskusi dengan Kecamatan Tambelan terkait kebutuhan masker bagi masyarakat yang terdampak kabut asap.
“Kita berdiskusi dengan pihak kecamatan. Jika memang dibutuhkan, akan kita distribusikan,” ungkapnya.
Pemkab Bintan selanjutnya akan menunggu hasil koordinasi dengan pihak Kecamatan Tambelan untuk menentukan langkah penanganan, termasuk kebutuhan masker dan kemungkinan penerapan pembelajaran secara daring.
Penulis: Yuli
Redaktur: Suain







