Menu

Mode Gelap

Opini

Desentralisasi Jadi Kunci Penguatan Pelayaran Rakyat di Tanjungpinang

badge-check


					Oleh: Ardaiyanto, S.I.P, Mahasiswa Program Studi Pasca Sarjana Magester Ilmu Pemerintahan Univesitas Maritim Raja Ali Haji Perbesar

Oleh: Ardaiyanto, S.I.P, Mahasiswa Program Studi Pasca Sarjana Magester Ilmu Pemerintahan Univesitas Maritim Raja Ali Haji

Oleh: Ardariyanto, S.I.P, Mahasiswa Program Studi Pasca Sarjana Magester Ilmu Pemerintahan Universitas Maritim Raja Ali Haji

TANJUNGPINANG, Kepri.info – Pelayaran rakyat yang melayani penyebrangan Kampung Bugis di Kota Tanjungpinang menjadi akses penting untuk konektivitas dan kehidupan masyarakat.

Namun, minimnya perhatian terhadap infrastruktur dan pemberdayaan menyoroti pentingnya implementasi desentralisasi yang lebih kuat di tingkat daerah.

Pelayaran rakyat di Tanjungpinang bukan sekadar transportasi tradisional. Rute seperti Kampung Bugis merupakan jalur yang menghubungkan langsung warga ke pusat keramaian Kota, mendukung aktivitas ekonomi lokal, serta menopang sektor pariwisata.

Sayangnya, kondisi pelabuhan yang terbatas dan armada yang belum sepenuhnya memenuhi standar keselamatan menjadi tantangan yang terus berulang.

Desentralisasi, yang memberikan kewenangan lebih besar kepada pemerintah daerah, dinilai menjadi solusi jangka panjang. Melalui otonomi yang diberikan, Pemerintah Kota Tanjungpinang dapat merancang kebijakan berbasis kebutuhan lokal, seperti peningkatan fasilitas dermaga, regulasi pelayaran rakyat, hingga pelatihan keselamatan bagi para nelayan dan pengemudi perahu.

Pemerintah pusat sendiri telah mendorong revisi Undang-Undang Pelayaran yang memperkuat asas cabotage dan pemberdayaan pelayaran rakyat.

Namun, agar kebijakan ini tepat sasaran, daerah memerlukan ruang gerak yang luas untuk mengatur dan mengeksekusi program sesuai dengan kondisi geografis dan sosialnya.

Tantangan memang tidak sedikit, mulai dari keterbatasan anggaran hingga minimnya koordinasi antarlembaga. Namun, jika desentralisasi dijalankan secara konsisten dan terarah, pelayaran rakyat Tanjungpinang bisa menjadi contoh model konektivitas maritim berbasis lokal yang tangguh dan inklusif. (Opini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Satu Tahun Kepemimpinan Amsakar-Li Claudia, HMKB Tanjungpinang Soroti Sejumlah Perosoalan

3 Maret 2026 - 21:40 WIB

Satu Tahun Kepemimpinan Amsakar-Li Claudia, HMKB Tanjungpinang Soroti Sejumlah Perosoalan

Tukin Tidak Adil Menggerus Profesionalisme Dosen dan Masa Depan Pendidikan

3 Februari 2026 - 12:47 WIB

Bersama Timnya, Ruben Cornelius Siagian. Peneliti Muda, Pusat Riset Cendekiawan dan Peneliti Muda Indonesia (CITA) F-Ruben Cornelius Siagian.

Integritas Pers dan Ancaman Kehormatan yang Tercemar

1 Februari 2026 - 14:37 WIB

M.Nazarullah

Rapat, Sarana Komunikasi Yang Efektif Dalam Persiapan Pengawasan Pemilu 2029

26 Januari 2026 - 19:08 WIB

HENDRI SAFUTRA, S.Pd.I, MM (Anggota Bawaslu Kota Tanjungpinang)

Dari Pengawasan Partisipatif Hingga Peringatan Isra’ Mi’raj

24 Januari 2026 - 14:32 WIB

Dari Pengawasan Partisipatif Hingga Peringatan Isra' Mi'raj
Trending di Opini