oleh

Disdik Tanjungpinang Gelar Bimtek Tata Kelola Sapras Sekolah Dasar

Kepala Disdik Atmadinata saat menyerahkan pin peserta bimtek

Tanjungpinang – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tanjungpinang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Tata Kelola (Takola) Sarana dan Prasarana (Sapras) Tingkat Sekolah Dasar (SD) Negeri dan Swasta se-Kota Tanjungpinang, di Aula Hotel Plaza, Tanjungpinang, Selasa (4/12/).

Atmadinata saat berpidato dan sekaligus membuka Bimtek Takola Sapras

Bimtek Takola Sapras ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Tanjungpinang Atmadinata, pada pukul 14.30 WIB. Dari pantauan, pesertanya berjumlah lebih dari 100 orang.

Dalam sambutannya, Kepala Disdik Atmadinata mengatakan kegiatan ini bertujuan agar para operator peginputan data pokok pendikan (dapodik) seperti data kerusakan sarana dan prasarana sekolah sesuai kondisi lapangan.

Karena menurut Atmadinata, Dapodik ini merupakan acuan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam pemberian bantuan ke sekolah-sekolah.

“Maka penginputan data kerusakan sarana dan prasarana sekolah harus sesuai lapangan, agar apa yang ingin kita usulkan misalnya untuk perbaikan nanti sesuai kebutuhan, atau kerusakan yang ada,” ujarnya.

“Dengan demikian akan semakin meningkatkan mutu sarana dan prasarana sekolah khususnya tingkat dasar (SD) Kota Tanjungpinang ke depan ini, baik itu SD negeri maupun SD swasta,” katanya.

Peserta bomtek tata kelola sapras

Kegiatan ini akan dibimbing oleh 3 instruktur selama 3 hari ke depan. Ketiganya, kata Atmadinata, berlatar teknik sipil yang memiliki keahlian dibidang kontruksi bangunan. Nanti mereka bertiga akan menjelaskan secara rinci terkait manajemen sarana dan prasarana sekolah.

Menurutnya Bimtek ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada operator bidang sarana dan prasarana sekolah dalam mendata, memetakan sekaligus menghitung-hitung biaya perbaikannya nanti.

“Misalnya, kalau bangunan sekolah yang rusak itu dibagian kosen dan jendela, masuk kerusakan apa, dan kategori kerusakan apa kalau atapnya yang bocor, begitu seterusnya, dan dihitung berapa keperluan anggaran untuk itu,” kata Atmadinata.

Peserta bimtek tatakola sapras

Dengan demikian mutu sarana dan prasarana sekolah khususnya tingkat dasar (SD) Kota Tanjungpinang, baik itu SD negeri maupun SD swasta akan semakin baik ke depan ini.

Ia pun berharap agar para peserta dapat sungguh-sungguh mengikuti bimbingan teknik tata kelola sarana prasarana sekolah ini agar nanti mampu menerapkan saat bekerja.

“Harapan saya, bapak/ibu yang menjadi peserta agar bersungguh sungguh selama berlangsungnya bimtek. Dengarkan baik-baik apa paparan instruktur agar hasilny baik sehingga hasil juga baik saat bekerja di lapngan, yaitu sarana dan prasarana sekolah SD Tanjungpinang semakin bermutu ke depan ini,” ujarnya.

Foto bersama usai pembukaan bimtek takola sapras

“Ini untuk kenyamanan proses belajar di sekolah dan kemajuan dunia pendidikan Tanjungpinang,” ucap Atmadinata.

Dari laporan panitia pelaksana, peserta Bimtek Takola Sapras ini berjumlah 160 orang, yaitu para operator Daponik dan pengurus barang sekolah dasar negeri. Sedangkan narasumber berasal dari tata kelola SMK jurusan Bangunan dan BKAAD Tanjungpinang bidang Aset.

Kegiatan Bimtek ini lebih menekankan pada praktek lapangan, dimana peserta akan dilatih lapangan dalam pengambilan data kerusakan gedung sekolah dan penunjang pendidikan. Hingga menghitung bobot kerusakan gedung sekolah.

Data tersebut akan menjadi acuan pengajuan daerah untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat untuk rehabilitasi dan pembangunan ruang kelas dan penunjang pendidikan lainnya.

Komentar

News Feed