oleh

Guru PAUD Tanjungpinang Adukan Nasib Pada Anggota DPRD

Para anggota dari Dapil l DPRD Tanjungpinang, saat melakukan Reses bersama guru-guru PAUD dan TK.

Tanjungpinang, Kepri.Info– Para guru-guru yang mengajar dibeberapa PAUD di Kota Tanjungpinang, mengadukan nasibnya pada para anggota Dapil l Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.

Para guru dari beberapa PAUD tersebut, mengadukan selama ini nasib menjadi seorang guru PAUD kurang diperhatikan oleh Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang.

Aduan tersebut disampaikan para guru-guru tersebut, saat anggota DPRD Dapil I melakukan reses bersama para guru TK dan PAUD di kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Tanjungpinang, Kamis (14/3).

Tri Handayani salah seorang guru PAUD mengatakan, selama ini kinerja dirinya dan kawan kurang mendapatkan apresiasi dari Pemerintah setempat dalam hal ini Dinas Pendidikan.

“Gaji yang kami dapatkan adalah dari iuran atau pembayaran oleh orang tua murid, sangat miris sekali yang kami alami ini, sedangkan apresiasi dari pemerintah setempat bagi kami belum pernah ada,”ungkapnya.

Tri bersama kawan-kawan lainnya merasa Disdik setempat tidak pernah memikirkan kesejahteraan para pengajar anak-anak PAUD yang ada di daerah tersebut, pasalnya beberapa guru PAUD yang ada di kota itu ada yang mendapatkan honor yang tidak sesuai dengan kinerja.

“Kami ini mengajar dan mendidik anak-anak yang rata-rata dibawah 5 tahun, dimana tingkat kesulitannya cukup lumayan sulit, namun ada beberapa rekan kami cuman mendapatkan gaji sebulan sebesar Rp 50.000, dengan tidak ada tunjangan lain sama sekali,”ungkapnya.

“Kami bersyukur sekali adanya reses ini jadi dapat menyampaikan keluh kesah kami selama ini yang kami rasakan dan alami,” ucapnya

Ditempatkan yang sama Simon Awantoko mengatakan, reses ini berfungsi untuk mendengarkan dan mendapatkan masukan dari guru-guru TK dan PAUD.

“Kita akan dengarkan masukan dari guru-guru TK dan PAUD, apa yang menjadi keinginan dan harapan mereka selama ini yang belum dapat terealisasikan, yang mana semua permasalahan yang disampaikan nantinya akan kita bahas bersama dengan pemerintah setempat”katanya.

“Selain menganggarkan, mengawasi dan legisiasi fungsi dewan juga menyerap aspirasi dan membantu masyarakat termasuk di dalamnya guru-guru TK dan PAUD,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Rosiani anggota DPRD Kota Tanjungpinang dari komisi II menyampaikan bahwa apa saja yang menjadi keluh kesah guru-guru TK dan PAUD, akan diduduk kan dengan pemerintah setempat agar tentunya para guru-guru tersebut dapat terbantu, salah satunya dalam hal kesejahteraan.

“Sampai saja apa yang menjadi keluh kesah ibu-ibu, kita akan membantu dan memperjuangkannya,” katanya.

“Harus sama-sama kita ketahui bahwa ibu-ibu semua adalah orang yang berjasa bagi bangsa dalam hal memberikan pendidikan kepada anak-anak kita sebagai generasi penerus,” ungkapnya.

Sementara Hendy Amerta anggota DPRD Kota Tanjungpinang komisi I mengataka, tahun ini insentif untuk para guru PAUD dengan besaran 300 ribu perbulan akan diterima, namun bagaimana sistem pencairannya pihaknnya belum mengetahui.

“Nanti kita akan memberitahukan kepada pemerintah setempat untuk segera melakukan pencarian insentif tersebut, semoga insentif tersebut dapat membantu untuk sementara waktu,”ungkapnya.

Penulis: Moh Dan
Editor: Red

Komentar

News Feed