KEPR.INFO,LINGGA – Ketua APDESI Merah Putih Kabupaten Lingga, Noorbaryansyah atau yang akrab disapa Ryan, mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepri yang mengusulkan 18 desa di Kabupaten Lingga untuk masuk dalam Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Menurut Ryan, respons cepat yang ditunjukkan DKP Kepri melalui komunikasi intensif dengan pemerintah daerah menjadi bukti keseriusan dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat pesisir, khususnya para nelayan di Kabupaten Lingga.
“Kami mengapresiasi langkah cepat dan komunikasi maraton yang dilakukan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau dalam mengusulkan 18 desa di Kabupaten Lingga masuk Program Kampung Nelayan Merah Putih. Ini merupakan kabar baik bagi masyarakat pesisir dan nelayan yang selama ini menaruh harapan besar terhadap program tersebut,” ujar Ryan.
Ryan berharap usulan tersebut dapat segera direalisasikan oleh pemerintah pusat sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pembangunan infrastruktur pendukung, pemberdayaan ekonomi nelayan, hingga penguatan sektor perikanan di desa-desa yang diusulkan.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mengungkapkan bahwa 82 dari 120 kawasan pesisir yang diusulkan sebagai Kampung Nelayan Merah Putih telah memasuki tahap survei topografi, yang menjadi syarat utama dalam penyusunan Detail Engineering Design (DED).
Dari 82 lokasi tersebut, 18 titik berada di Kabupaten Lingga, sementara sisanya tersebar di Kabupaten Natuna (17 titik), Kepulauan Anambas (20 titik), Bintan (10 titik), Karimun (9 titik), Kota Tanjungpinang (4 titik), dan Kota Batam (4 titik).
Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, sebelumnya meminta seluruh pemerintah kabupaten/kota mempercepat pemenuhan persyaratan administrasi dan kelengkapan data guna mendukung pelaksanaan survei topografi.
“Saya berharap seluruh pihak dapat berperan aktif dalam menggesa percepatan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Provinsi Kepulauan Riau,” kata Ansar saat memimpin Rapat Evaluasi dan Konsolidasi Usulan Kampung Nelayan Merah Putih di Gedung Daerah, Tanjungpinang.
Ansar juga memastikan setelah seluruh survei topografi selesai, Pemerintah Provinsi Kepri akan mengajak para bupati dan wali kota bertemu langsung dengan Menteri Kelautan dan Perikanan untuk membahas percepatan realisasi program tersebut.
Menurutnya, Program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan program strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan yang bertujuan menata kawasan pesisir secara terpadu, modern, dan berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara itu, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kepri, Luki Zaiman Prawira, menyampaikan bahwa selain 82 lokasi yang telah memasuki tahap survei, Pemprov Kepri juga mengusulkan 18 titik lokasi prioritas tambahan untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.
Hingga saat ini, tiga Kampung Nelayan Merah Putih telah selesai dibangun di Kota Batam, sedangkan satu lokasi di Kabupaten Natuna masih dalam tahap penyelesaian dan ditargetkan rampung pada Juli 2026.
Ryan berharap usulan 18 desa di Kabupaten Lingga dapat segera terealisasi sehingga manfaat program dapat dirasakan langsung oleh masyarakat pesisir dan menjadi motor penggerak peningkatan kesejahteraan nelayan di daerah tersebut.







