Menu

Mode Gelap

Kepri

Refleksi Kemerdekaan, Prof Abdul Malik: Generasi Muda Kepri Harus Hayati Perjuangan dan Manfaatkan Peluang Pendidikan

badge-check


					Guru Besar Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Prof Abdul Malik Perbesar

Guru Besar Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Prof Abdul Malik

KEPRI.INFO,BATAM – Guru Besar Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Prof Abdul Malik, mengajak generasi muda Tanjungpinang dan Kepulauan Riau untuk memaknai kemerdekaan lebih dari sekadar perayaan seremonial. Hal itu disampaikan Abdul Malik dalam wawancara khusus, Jumat, 13 Agustus 2026.

Abdul Malik menilai antusiasme pelajar Tanjungpinang mengikuti upacara maupun perayaan kemerdekaan selama ini sudah cukup antusias. Namun ia mengingatkan esensi peringatan tidak boleh berhenti pada seremoni semata.

“Yang penting adalah bahwa generasi muda ini harus menghayati pengorbanan para pejuang pada masa lalu. Itu harus terus disosialisasikan, apalagi lembaga pendidikan dan sebagainya,” kata Abdul Malik.

Ia menyebut sejumlah pahlawan dari masa Kesultanan Riau-Lingga yang menurutnya perlu terus dikenang, baik yang berjuang secara fisik maupun lewat tradisi literasi. Di antaranya Raja Haji Fisabilillah sebagai pejuang maritim, Sulthan Mahmud Riayat Syah yang berjuang melawan penjajah, serta Raja Ali Haji yang disebutnya berjasa dalam perkembangan bahasa Melayu hingga bahasa ini ditetapkan sebagai cikal bakal bahasa Indonesia melalui Kongres Pemuda tahun 1928.

*Manfaatkan Peluang Pendidikan, Jangan Tertinggal dari Negara Tetangga*

Di tengah kemajuan teknologi dan perubahan sosial budaya, Abdul Malik berpesan agar generasi muda benar-benar memanfaatkan kesempatan belajar yang ada.

“Untuk mengisi kemerdekaan itu, mereka yang akan memimpin negeri ini, baik di daerah maupun secara nasional. Jadi peluang dalam pendidikan itu harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, jangan disia-siakan,” ujarnya.

Ia menilai kualitas pendidikan generasi muda Kepri secara umum masih tergolong baik, namun mengakui masih tertinggal dibandingkan daerah lain serta negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, terutama dari sisi prasarana pendidikan dan kecepatan beradaptasi dengan kemajuan zaman. Menurutnya, kemajuan Singapura sebagai negara kecil tidak lepas dari kedisiplinan dalam memanfaatkan pendidikan sebaik-baiknya.

“Perbandingan ini karena kita dekat dengan negara tetangga ini,” katanya.

*Mahasiswa Rantau Diharap Jadi Motor Penggerak Kampung Halaman*

Abdul Malik turut menyoroti peran mahasiswa asal pulau-pulau kecil di Kepri, seperti dari Lingga, Anambas, Natuna, Karimun yang menempuh pendidikan tinggi di Tanjungpinang maupun Batam. Ia berharap mereka kembali membangun kampung halaman masing-masing setelah menyelesaikan studi.

Menurutnya, Tanjungpinang sebagai ibu kota provinsi maupun Batam relatif lebih maju dibandingkan Kabupaten lain. Kesenjangan ini, kata dia, semestinya menjadi dorongan bagi mahasiswa asal daerah-daerah tersebut untuk memanfaatkan kesempatan belajar di kota sebaik-baiknya, lalu membawa pulang manfaatnya.

“Dia pulang nanti bisa menjadi motor penggerak di kampung halaman mereka. Jadi bukan hanya jadi kebanggaan masyarakat di situ, tetapi memang dia bisa memajukan, karena banyak sekali potensi di pulau-pulau itu yang belum tergali secara baik,” kata Abdul Malik.

Ia mencontohkan pengalaman pribadinya berasal dari sebuah pulau kecil di Kabupaten Karimun, di mana masyarakat kampung halaman sejak dulu menaruh harapan agar warga yang menempuh pendidikan tinggi kembali dan berkontribusi bagi daerah asal.

Abdul Malik menyoroti sektor maritim, khususnya perikanan, sebagai salah satu potensi daerah kepulauan yang menurutnya masih dikelola secara sederhana. Ia berharap mahasiswa yang kembali dapat membawa pendekatan dan teknologi baru untuk mengembangkan potensi laut demi kepentingan masyarakat setempat.

Di akhir wawancara, Abdul Malik menyampaikan harapannya agar generasi muda Kepri dapat memahami peluang yang ada di daerah masing-masing dan turut maju bersama daerah-daerah lain di Indonesia.(*)

Redaktur: Eb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Rumah Terancam Dilelang, Sulaiman Arofi Pertanyakan Proses Eksekusi di PA Tanjungpinang

14 Agustus 2026 - 00:03 WIB

Rumah Terancam Dilelang, Sulaiman Arofi Pertanyakan Proses Eksekusi di PA Tanjungpinang

Wagub Nyanyang Kukuhkan Pengurus Marga Yap Batam 2026–2031, Dorong Pelestarian Budaya dan Kerukunan

12 Agustus 2026 - 08:40 WIB

Wagub Nyanyang Kukuhkan Pengurus Marga Yap Batam 2026–2031, Dorong Pelestarian Budaya dan Kerukunan

Nyanyang Haris Pratamura Terima Anugerah Bintang Veteran Republik Indonesia

10 Agustus 2026 - 14:16 WIB

Nyanyang Haris Pratamura Terima Anugerah Bintang Veteran Republik Indonesia

PWI Kepri Matangkan UKW Akbar 2026 Gratis, Empat Kelas Sudah Penuh

10 Agustus 2026 - 11:58 WIB

PWI Kepri Matangkan UKW Akbar 2026 Gratis, Empat Kelas Sudah Penuh

Hari Veteran 2026, Pemprov Kepri Tabur Bunga di TMP Pusara Bhakti Tanjungpinang

10 Agustus 2026 - 10:52 WIB

Hari Veteran 2026, Pemprov Kepri Tabur Bunga di TMP Pusara Bhakti Tanjungpinang
Trending di Kepri