Kepri.info. Tanjungpinang-Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, S.H., bersama Wakil Wali Kota serta jajaran Forkopimda, Lembaga Adat Melayu (LAM), tokoh masyarakat, tokoh adat, dan perangkat daerah melaksanakan ziarah makam dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-242 Kota Tanjungpinang, Senin (5/1).
Kegiatan ziarah makam ini dimaknai Pemerintah Kota Tanjungpinang sebagai bentuk penghormatan sekaligus mengenang jasa-jasa perjuangan para pahlawan dan pendahulu yang telah berjasa dalam perjalanan sejarah Kota Tanjungpinang.
Lis mengatakan ziarah makam merupakan agenda rutin dalam rangka peringatan Hari Jadi Kota Tanjungpinang. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat akan keterkaitan sejarah dan perjuangan para leluhur dengan perjalanan kota hingga saat ini.
“Rangkaian peringatan Hari Jadi ke-242 Kota Tanjungpinang kami awali dengan ziarah ke makam para leluhur dan sultan-sultan yang mengambil kebijakan di masa lalu. Bagaimanapun, sejarah memiliki keterkaitan erat dengan jati diri kota ini,” ujar Lis usai ziarah makam di Pulau Penyengat.
Lis berharap momentum Hari Jadi Kota Tanjungpinang dapat menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak melupakan jasa para pejuang yang telah berkontribusi dalam membangun daerah.
“Kita ingin momentum ini menjadi pengingat akan pesan jas merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Masih banyak pula para pejuang lain yang mungkin belum teridentifikasi,” katanya.
Ditambahkannya, rangkaian peringatan tersebut juga diisi dengan kegiatan keagamaan dan sosial. Pada Selasa (6/1) pagi akan digelar apel, sementara pada malam harinya dilaksanakan haul dan istighotsah sempena Milad ke-242 Kota Tanjungpinang dengan tema Berbenah Hati, Membangun Budi, Melestarikan Budaya dan Tradisi.
“Di tengah kondisi saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang sedang mengalami musibah, momentum ini juga kami manfaatkan untuk menggalang donasi sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas,” ujarnya.
Menurut Lis, mengisi peringatan hari jadi dengan kegiatan keagamaan dan sosial merupakan bentuk empati dan refleksi, sehingga kegiatan seremonial tetap relevan dengan kondisi masyarakat.
Rangkaian ziarah diawali di Makam Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah yang berlokasi di Kampung Melayu Km 6, Kelurahan Melayu Kota Piring. Selanjutnya, rombongan melanjutkan ziarah ke Makam Daeng Marewa di Kampung Kota Raja, Kelurahan Kampung Bugis, serta ke Makam Daeng Celak di Sei Timun, Kelurahan Kampung Bugis.
Rombongan kemudian bertolak ke Pulau Penyengat untuk melaksanakan ziarah ke sejumlah makam tokoh penting, di antaranya Makam Raja Haji Fisabilillah, Makam Raja Ali Haji, dan Makam Engku Putri Raja Hamidah. Di setiap lokasi, rombongan melaksanakan tahlil bersama, doa, tabur bunga, serta pemasangan kain di batu nisan sebagai bentuk penghormatan. Selain itu, turut dibacakan sejarah singkat para tokoh dan perjalanan Kota Tanjungpinang agar nilai-nilai perjuangan tetap dikenang oleh generasi penerus.(Prokompim Tanjungpinang)
Penulis: Eb
Redaktur: An








