Menu

Mode Gelap

Kepri

Sofha Dorong Perbanyak Rumah Tenun

badge-check


					Sofha Dorong Perbanyak Rumah Tenun Perbesar

Sofha Dorong Perbanyak Rumah TenunKepri.info – Pjs. Ketua TP PKK Kepri Sofha Marwah Bahtiar memuji kain songket hasil tenunan ibu-ibu di Kampung Tenun, Desa Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas. Agar bisa menjadi andalan peningkatan ekonomi bagi ibu-ibu setempat, keberadaan rumah-rumah yang melakukan aktifitas menenun perlu diperbanyak. Kegiatan produktif ini efektif dilakukan di masa pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan Sofha ketika mengunjungi Kampung Tenun, Desa Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan. Kedatangan Sofha seiring dengan kunjungan kerja Pjs Gubernur Kepri ke Kabupaten Kepulauan Anambas, 27- 29/11.

Menurut Sofha hasil tenunan ibu-ibu dari Kampung Tenun cukup halus dengan motif-motif khas Kepulauan Anambas. Ditambah paduan benang emas dan perak di atas kain berwarna cerah sepanjang 1.5 meter.

Sangat disayangkan apabila potensi tenun songket tersebut tidak dikembangkan secara menyeluruh dengan melibatkan ibu-ibu rumah tangga lebih banyak lagi.

Selain mendapatkan keterampilan, juga memberikan pemasukan bagi keluarga. Sehelai kain tenun songket bisa dijual Rp.1.5 juta – hingga Rp.5 jutaan dan bahkan lebih sesuai tingkat kesulitan motif. Pengerjaannya pun tidak memakan waktu lama. Dalam satu minggu, bisa menghasilkan dua sampai tiga lembar kain tenun songket.

Kain tenun songket Kepulauan Anambas tersebut, tambah Sofha tidak hanya bisa dipakai untuk pribadi, tetapi bisa juga untuk buah tangan atau cenderamata bagi tamu-tamu pemerintahan, swasta maupun turis asing.

Sofha Dorong Perbanyak Rumah Tenun“Saya saja terpesona. Dijadikan hadiah atau cenderamata juga sangat mewah. Ada beberapa yang saya suka. Nanti saya akan bantu promosikan ke kawan-kawan di Jakarta tenun songket hasil kerajinan ibu-ibu di Anambas,” kata Sofha.

Untuk itu Sofha meminta TP PKK Kabupaten dan TP PKK Kecamatan bisa menjadi inisiator untuk mewujudkan lebih banyak lagi ibu-ibu yang bisa melakukan aktifitas menenun. Apalagi di masa pandemi Covid-19 ini hampir seluruh lapisan masyarakat terdampak perekonomiannya.

Sofha juga meminta TP PKK Kecamatan mendata keluhan dan masukan dari ibu-ibu penenun untuk pengembangan tenun songket selanjutnya. Termasuk meninjau OPD (organisasi perangkat daerah) yang bisa diajak kerjasama dengan PKK dalam memajukan tenun Anambas.

Turut hadir mendapingi Sekretaris TP PKK Kepri Asniah Madjid, Sekretaris TP PKK Kabupaten Kepulauan Anambas Raja Heni Yendi, Ketua TP PKK Kecamatan Siantan, anggota TP PKK kecamatan dan anggota TP PKK Kabupaten Anambas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Hadiri Reuni PGAN, Ansar: Perkuat Silaturahmi dan Semangat Pengabdian untuk Daerah

28 Juni 2026 - 10:29 WIB

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menghadiri Reuni Akbar Alumni Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) Tanjungpinang Tahun 2026 yang digelar di Ballroom Hotel CK Tanjungpinang, Sabtu (27/6) malam.

Gubernur Ansar Buka Dragon Boat Race 2026, Lestarikan Budaya Bahari dan Dongkrak Pariwisata Kepri

27 Juni 2026 - 17:19 WIB

Gubernur Ansar Buka Dragon Boat Race 2026, Lestarikan Budaya Bahari dan Dongkrak Pariwisata Kepri, Jumat (26/06)

Gubernur Ansar Ajak Masyarakat Jadikan Tahun Baru Hijriah Momentum Muhasabah di Tanjungpinang Bermunajat 2026

26 Juni 2026 - 09:36 WIB

Gubernur Ansar menghadiri acara Tanjungpinang Bermunajad yang diselenggarakan Pemko Tanjungpinang, Kamis (25/06) malam, dengan menghadirkan Ustadz Abdul Somad

Gelar Temu Bisnis Kepri–Malaysia untuk Perkuat Kerja Sama Investasi, DPMPTSP Kepri Promosi Penanaman Modal di Kepri

25 Juni 2026 - 11:51 WIB

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kepulauan Riau, Hasfarizal Handra saat menyampaikan sambutan, Rabu (24/06)

Revitalisasi Pulau Penyengat Hantar Pemprov Kepri Raih Apresiasi Cita Loka Fest 2026

25 Juni 2026 - 08:18 WIB

Gubernur Ansar saat menerima penghargaan dari Kemendagri, Rabu (24/06)
Trending di Kepri