
Pemotongan Pita Tanda Peresmian Secara Serentak Yang Dilakukan Pertamina Bersama BPH Migas di Kecamatan Bunguran Utara, Natuna.
NATUNA, Kepri.info – Sedikitnya 7 titik lembaga penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga kembali diresmikan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) bersama BPH (Badan Pengatur Hilir) Migas.
Peresmian ini secara simbolis dilakukan di Kabupaten Natuna, tepatnya di SPBU Kompak Kelarik, Kecamatan Bunguran Utara pada Kamis, (24/08) siang.
Sejak awal tahun 2017-2022, pertamina telah membangun sebanyak 423 penyalur BBM 1 harga, dan pada tahun 2023 ditargetkan sebanyak 89 lokasi penyaluran 1 harga. Sementara di tahun 2024 mendatang akan membangun sebanyak 71 lokasi penyalur BBM 1 harga.
Dari target di 2023 sebanyak 89 penyalur itu sampai saat ini telah terbangun sebanyak 38 dan sekarang ini masih sedang berproses sebanyak 51 lokasi.
“Target kumulatif pembangunan penyalur dan satu harga sampai dengan akhir tahun 2024 adalah sebanyak 583 BBM atau jalur BBM satu harga di seluruh Indonesia”, ujar Kepala BPH Migas, Erika Retno Wati kepada sejumlah wartawan.
Erika menambahkan, realisasi volume penyaluran BBM 1 Harga terus meningkat setiap tahunnya, Hal ini menunjukkan bahwa program BBM 1 harga ini telah berhasil memberikan akses energi yang mudah dengan harga yang sama hingga ke wilayah 3T di seluruh Indonesia.
“Melalui kebijakan BBM satu harga ini diharapkan daerah di luar Jawa dapat menikmati harga BBM dengan harga yang sama dengan di Pulau Jawa sehingga keadilan sosial bagi seluruh Indonesia rakyat Indonesia dapat terwujud dan juga bisa memberikan multiplayer effect terhadap pertumbuhan ekonomi di seluruh daerah”, imbuhnya.
Sementara Direktur utama Pertamina Patra Niaga, Raiva Siahaan dalam sambutannya berharap dengan adanya program ini dapat berdampak positif bagi perekonomian masyarakat khususnya masyarakat Natuna.
Tidak lupa Raiva juga mengajak pemerintah daerah Natuna maupun instansi terkait bersama-sama mengawasi agar proses pendistribusian dapat tepat sasaran serta tidak adanya penyalahgunaan BBM oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Pertamina berharap dapat menggandeng Pemda pendistribusian BBM ini dapat benar-benar sampai ke sasarannya dan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi, pada prinsipnya Pertamina akan terus mensupport dan terus bekerja sama dengan semua pihak”, pungkasnya. (Zal).







