BATAM, Kepri.info – Kepala DPMPTSP Kepri, Hasfarizal Handra mewakili Gubernur hadir sebagai narasumber utama dalam Kuliah Kerja Profesi (KKP).
Menurutnya, digitalisasi menjadi langkah penting untuk meningkatkan transparansi, mempercepat proses pelayanan, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah.
“Transformasi digital bukan hanya soal teknologi, tetapi juga tentang bagaimana kita menghadirkan pelayanan yang mudah, cepat, dan akuntabel bagi masyarakat,” ujarnya saat hadiri Focus Group Discusion (FGD) antara peserta Sekolah Pengembangan Profesi Kepolisian (SPPK) Angkatan ke-2 2025 Sespim Lemdiklat Polri di Mapolda Kepri, Batam, Rabu (12/11/2025).
Widyaiswara Kepolisian Utama Tk. II Sespim Brigjen Pol. Defrian Donimando menjelaskan bahwa kegiatan Kuliah Kerja Profesi merupakan bagian integral dari proses pembelajaran peserta SPPK Angkatan ke-2 Tahun Anggaran 2025 yang telah dibuka sejak 19 Agustus 2025 dan direncanakan berakhir pada 17 Desember 2025.
“Kuliah kerja profesi ini merupakan ajang aktualisasi bagi peserta didik untuk mengkaji permasalahan faktual di lapangan, mengaitkannya dengan teori yang telah diperoleh, dan memberikan solusi strategis yang dapat diterapkan di lingkungan Polri,” ujar Widyaiswara Kepolisian Utama Tk. II Sespim.
Ia menambahkan, tema pendidikan tahun ini adalah ‘Mewujudkan Pimpinan Tingkat Menengah Polri, Kementerian, dan Lembaga yang Bermoral, Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan untuk Mendukung Indonesia Maju’.
“Selain kegiatan akademik, peserta juga diharapkan melakukan pengabdian kepada masyarakat, seperti bakti sosial dan pemberdayaan potensi lokal di bidang seni, budaya, maupun pariwisata,” tambah Widyaiswara Kepolisian Utama Tk. II Sespim.
Sementara itu, sambutan Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin yang dibacakan Kabidhumas Polda Kepri, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan KKP di wilayah Kepri.
“Kami ucapkan selamat datang kepada Serdik Sekolah Pengembangan Profesi Kepolisian (SPPK) Lemdiklat Polri yang melaksanakan Kuliah Kerja Profesi dengan topik ‘Kepemimpinan Digital Dihadapkan pada Post Modern dan Post Truth’ serta judul ‘Optimalisasi Pelayanan Digital Guna Mendorong Transparansi dan Partisipasi Publik dalam Rangka Mewujudkan Kepercayaan Masyarakat’,” ucap Kabidhumas Polda Kepri.
Kabidhumas Polda Kepri juga menegaskan bahwa perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan signifikan dalam cara masyarakat berinteraksi dan memperoleh informasi.
Oleh karena itu, Polri dituntut untuk mampu beradaptasi melalui kepemimpinan digital yang visioner, adaptif, dan berbasis data.
“Digitalisasi pelayanan publik seperti e-Tilang, SPKT Online, aplikasi pengaduan masyarakat, hingga layanan administrasi berbasis daring merupakan langkah nyata Polri dalam mewujudkan pelayanan yang prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan,” tambah Kabidhumas Polda Kepri.
Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan tampak mewarnai kegiatan tersebut.
Melalui kegiatan Forum Dialog Kuliah Kerja Profesi ini, peserta SPPK diharapkan mampu menghasilkan karya ilmiah strategis yang berkontribusi terhadap pemecahan masalah aktual di bidang kepolisian.
Hasil penelitian dan diskusi lapangan tersebut akan dijadikan rujukan dalam pengembangan kebijakan serta peningkatan kualitas kepemimpinan Polri ke depan.(Adv)
Penulis: Nuzli Ramadhani
Redaktur: Jendaras Karloan








