KEPRI.INFO,— Pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Batu 16, Kabupaten Bintan dihentikan sementara setelah petugas menemukan adanya dugaan solar yang ikut masuk ke dalam tangki penyimpanan Pertalite.
Pihak pengelola menyebut kejadian tersebut terjadi akibat human error dan bukan merupakan kesengajaan. Kondisi tersebut diketahui saat proses pengisian berlangsung dan disadari oleh petugas keamanan.
“Ini semuanya ketidaksengajaan, human error,” ujar pihak SPBU
Setelah mengetahui adanya dugaan kesalahan dalam proses pengisian, petugas langsung menghentikan aktivitas tersebut sekitar pukul 08.00 WIB.
Meski demikian, sebelum pengisian dihentikan, terdapat dua kendaraan yang sempat mengisi BBM dari tangki tersebut.
Kedua pemilik kendaraan disebut satu diantaranya udah melaporkan kejadian itu kepada pihak kami.
Pihak pengelola kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Pertamina.
Sampel BBM juga telah dikirim ke laboratorium untuk dilakukan pengujian guna memastikan kandungan BBM yang berada di dalam tangki.
“Sudah kami laporkan juga masalah ini ke pihak Pertamina. Kami juga sudah mengirim sampel ke laboratorium untuk dilakukan uji,” katanya.
Menurut pihak pengelola, jumlah solar yang diduga masuk ke dalam tangki diperkirakan sekitar satu persen dari total 24 ton BBM yang telah terisi.
Pihak SPBU memastikan penanganan dilakukan untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
Pelayanan Pertalite diharapkan dapat kembali normal setelah proses pemeriksaan dan penanganan selesai.
“Kami berharap besok pelayanan Pertalite sudah kembali normal,” ujarnya.
Redaktur: Suaib







